teraju.id, Pontianak – Alhamdulillah di sela hujan deras yang menyirami bumi khaTULIStiwa rencana buka puasa bersama antara ikatan keluarga besar kabupaten Sintang dan Melawi berjalan aman, sukses dan lancar.
Aman disebabkan jalanan Kota Pontianak di sore bada Ashar lazimnya macet. Tapi kumpul sekira 100-an undangan di kediaman guru besar pendidikan Prof Aunurrahman, Jl Paris 2, Gang Wisuda No 22. Persis di depan kediaman mantan Kadispen Polda Kalbar AKBP Suhadi SW dan tetanggaan sebelah mantan anggota DPR RI Fraksi Golkar Ibu Asiah Salekan Marli.
Saya diminta sebagai fasilitator tausiah datang tepat waktu untuk menghindari macet di Jalan Reformasi walaupun jarak domisili kami sesungguhnya dekat. Potong kompas sejumlah jalan kompleks yang menghubungkan Purnama dengan Paris yang dibelah Perdana dan Sepakat.
Ketika tiba sudah ada satu tamu standbye. Beliau adalah tokoh masyarakat Kalimantan Barat. Mantan Bupati Sanggau dan salah satu unsur Ketua Harian Yayasan Mujahidin yang ketiga setelah H Nurdin (Dirut Bank Kalbar) dan Ir H Arifin Hadi (teknokrat arsitek ke-PU-an), yakni Ir H Setiman H Sudin.
Hadir pula sejumlah guru besar. Selain tuan rumah Prof Aunurrahman, juga Dekan FKIP Prof Dr Ahmad Yani, M.Pd.
Didaulat memberikan tausiah saya menguraikan tematik provokatif: Projects Nasional Masuk Surga Bareng Azzumar 39:75. Dan Alhamdulillah disambut dengan penuh antusias berupa teknis wakaf uang bersama IKBM Sintang Melawi.
Tokoh masyarakat Ir H Setiman H Sudin menyambut dengan berwakaf 25 persen harta bendanya kalau wafat nanti berupa wasiat ke BWI sesuai teknis projects. Dan akan memperkuat semasa masih hidup kelaziman berinfak dan shodaqoh.
Pengguna kostum putih, berumur 85th ini juga saran penggunaan kartu anggota Gerakan Wakaf Uang (GWU) karena konsep langitan ini efektif “menjlentreh” sejumlah masalah keduniaan yang fana ini tanpa cawe cawe APBD dan APBN sehingga aman korupsi bersama nadzir kompeten. Sementara ummat bisa kontrol lewat kartu anggota. Usulan brilliance.
“Saya sudah banyak ikut diskusi, seminar dan wacana-wacana tapi menguap semua. Saya suka yang ini. Mari kita mulai sekarang juga. Kita atur teknisnya dan kita lihat hasilnya setahun yang akan datang,” negasi Prof Aunurrahman Sang Tuan Rumah hajatan bukberan.
Ibu ibu lebih semangat lagi. “Besok kami undang untuk bicara teknis amalan wakaf uang,” ungkap tetua muslimat IKBMSM.
Ketika azan berkumandang, kami pun Bukberan dengan es kopyor merah disempurnakan dengan kurma, Lopes, goreng pisang keju dan bakwan.
Saat sholat Maghrib saya didapuk jadi imam dan membacakan QS Azzumar sesuai tematik ayat ke 75. Baru rakaat keduanya Al Ikhlas. Kemudian wirid dan doa dilanjutkan santap dinner dan bincang bincang.
Saat pulang saya membersamai Ir H Setiman H Sudin pulang ke kediamannya yang persis di belakang mesjid Ramadhan. Kami banyak berbincang soal leadership dan jurus praktis kehidupan.
Saya merasa beruntung datang awal dan pulang membersamai gudang ilmu yang punya pengalaman praktis memimpin per-PU-an, Mesjid Raya, dan juga Bupati Kabupaten yang relatif besar berbatasan langsung dengan Sarawak Malaysia.
Alhamdulillah wayukurillah watabarakallah wanikmatillah. Ilahinniyah Alfatihah washallu ‘Alan Nabi. Rinduku benar benar terobati dengan bersua orang orang cerdas, berbudaya lagi berpola hidup sederhana nan sholeh.
Senan kumpul berjamaah karena berkahnya berlimpah. Gotong royong nan bernas tidak sekedar berbual bual serta ‘omon-omon koson’ belaka. Benar pula masuk transfer 1.5 juta mengikuti GWU via QRISH.
Hujan tadi sore benar benar pertanda baik. Ayat ayat Langitan membenarkan. Kenyataannya demikian. Apalagi jika GWU ini terstruktur, sistematis dan massif. Dari 6 juta penduduk Kalbar, 60 persen muslim, dan separo saja GWU 100k sekali seumur hidup maka akan terkumpul dana endowment fund 1.5 triliun dalam sekejab. Mau diapakan untuk kemakmuran masyarakat? Silahkan think twice para General Manager dan CEO hebats. *
Foto suasana Bukberan. Dan matrik explanasi tausiah yang dipresentasikan.
