teraju.id, Pontianak – Menyambut, mengisi, memaknai Ramadhan tahun ini di Kalbar beda nuansa dari tahun-tahun sebelumnya yang kurang greget. Kali ini beda. Semarak. Massif. Meriah. Why? Kenapa?
Jawabnya protap keberjamaahan menuju kepada kematangan. Kerja tak lagi sendiri-sendiri. Partial. Kini keberjamaahan, kegotongroyongan dan working team diimami Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah yang dipimpin Gubernur dan di tingkat Pusat diimami KNEKS dipimpin langsung Presiden RI.
KDEKS akronim dari Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah sementara KNEKS kepanjangan dari Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah. Kok syariah?
Syariah bahasa Arab. Artinya hukum. Hukumnya halal dan halal pasti baik lagi berkah. Sementara haram pasti buruk lagi gundah. Tidak tenang. Sedangkan ketenangan, sakinah, muthmainnah adalah prototipe orang orang yang dipanggil masuk surga. “Yaa ayyatuhan naftsul muthmainnah…” QS Alfajar.

Dengan KNEKS dan KDEKS mengimami ekosistem ekonomi dan keuangan syariah maka sama dengan project masuk surga berombong rombongan. Azzumar. QS 39.
Selain halal, juga mata rantai halal. Wakaf produktif. ZISWAF yang signifikan bagi capaian SDG’s. Memerangi kemiskinan. Kelaparan. Kebodohan. No ones left behind.
