Ketiga, Gubernur melihat sikap sebagain orang terhadap corona ini sudah dikaitkan dengan hal lain. Misalnya, ada faktor politik. Ada faktor yang berkaitan dengan incumbent yang akan bertarung dalam pemilihan kepala daerah yang akan datang. Bahkan, ada juga yang berkaitannya dengan pemilihan presiden lalu.

Keempat, Gubernur sudah meminta Kepolisian agar menangani orang-orang yang menghambat proses penanganan corona. Mulai dari penyebaran informasi hingga orang-orang yang melakukan tindakan pelanggaran aturan.

Itulah antara lain hal yang membuat Gubernur Kalbar geram dan merasa perlu mengambil tindakan-tindakan. Kegeraman yang dapat dipahami dalam konteks penanganan corona secara menyeluruh.

Bagaimana pun corona tidak dapat dianggap sebelah mata. Korban terus berjatuhan. Orang yang terjangkit masih banyak, dengan keadaan turun naik angkanya. (*)