teraju.id, Pontianak – Apel Kesiapan Pengawasan Pemilihan Umum Tahun 2019 digelar di Auitorium Universitas Tanjungpura, pada Kamis, 14 Maret 2019 dihadiri ribuan peserta dari Bawasku se- Kalimantan Barat. Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi Drs Didi Haryono SH MH juga hadir dalam kegiatan itu menyampaikan bahwa situasi Kamtibmas Kalbar sampai dengan saat ini, dalam dinamika pesta demokrasi Pemilu 2019 masih dalam kondisi kondusif.

“Ini merupakan hasil dari komitmen kita semua yang menginginkan kalimantan barat sebagai provinsi yang aman, damai, bermartabat dan elegant,” kata Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi Drs Didi Haryono SH MH.

Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi Drs Didi Haryono SH MH menjelaskan, dalam penyelenggaraan Pemilu 2019 Polri khususnya Polda Kalbar turut serta dan terlibat langsung dalam pelaksanaan pengamanannya, polda kalbar tentunya memastikan penyelenggaraan pemilu 2019 harus berlangsung aman, damai dan sukses.

“Walaupun ada beberapa permasalahan terkait pelaksanaan tahapan pemilu 2019, dilihat dari data yang terhimpun, terdapat 84 laporan yang diterima Bawaslu, 69 jumlah temuan langsung, 15 laporan masuk, di antaranya 55 pelanggaran ADM, 14 dikategorikan pidana, 4 etika, 5 UU lainnya,” ujar Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi Drs Didi Haryono SH MH.

Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi Drs Didi Haryono SH MH menyebut, dari 14 laporan yang terindikasi pidana, centra Gakkumdu telah menyelesaikan 1 perkara sampai dengan pengadilan, sedangkan 13 laporan lainnya tidak dapat dilanjutkan ke penyidikan karena tidak cukup bukti dan tidak memenuhi unsur tindak pidana pemilu. Polda Kalbar juga menangani perkara UU ITE yang berhubungan dengan pilkada dan pemilu.