Kapolda Kalbar juga memberikan pedoman untuk sukses, yakni harus Respek – rasa hormat, Empati – bisa merasakan apa yang dirasakan orang lain, Mau mendengar saran masukan dari teman dari bawahan, hilangkan budaya pokoknya, Gunakan bahasa yang mudah dipahami, dan Rendah hati. Setelah itu harus kredibel / bisa dipercaya, kemudian komitmen / pegang janji, dan yang terakhir konsisten / ketaatan.

Polda Berkibar, akronim dari Berkinerja Dengan Benar, itu merupakan diferensiasi Polda kalbar, yang suatu saat bisa ditiru para Pasis disesuaikan dengan tempat tugasnya.

Diakhir sambutannya, Inspektur Jenderal Polisi Drs Didi Haryono SH MH menyampaikan hasil penelitian yang dilakukan secara independen oleh Universitas Tanjung atas penilaian masyarakat terhadap kinerja Polda Kalbar selama satu tahun 2018 yang meliputi 4 aspek yang dinilai, yakni aspek penegakkan hukum, aspek pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, aspek pelayanan publik dan aspek kepercataan masyarakat. “hasil penelitian dan penilaian masyarakat memang tidak yang terbaik, namun diatas rata-rata, diatas 60 %, yaitu 77,61 %,” ungkapnya.

Dikesempatan yang sama, Gubernur Kalbar, Sutarmidji dalam pembekalannya mengungkapkan, saat ini Pemerintah Provinsi sedang merencanakan pembangunan Pembakit Tenaga Listrik Nuklir (PLTN) yang di bangun daerah kalbar. Perencanaan pembangunan PLTN merupakan untuk mendukung ketahanan dan kemandirian energi nasional dengan target energi terbarukan sebesar 23% pada tahun 2025.

“Saat ini kita (Kalbar) masih membeli listrik dari negara tetangga Malaysia 200 Megawatt belinya delapan sen dollar dan masyarakat membayar antara sepuluh sampai sebelas dollar Bagaimana kita mau bersaing dengan negara lain kalo listrik aja kita beli. Makanya kami dukung untuk pembangunan PLTN di Kalbar,” kata H Sutarmidji dihadapan para Pasis di Seskoad.