Dan yang terakhir, Realisasi Anggaran Bulan September terhadap Belanja Modal dan Belanja Barang, bendera jempolnya diberikan kepada satuan kerja (Satker) Yanma Polda Kalbar, sedangkan bendera tengkoraknya diberikan kepada Biro Operasi Polda Kalbar.
Di akhir rapat anev kinerja ini, Kapolda Kalbar, Irjen Pol Didi Haryono menyampaikan tiga aspek untuk diteruskan para Kapolres kepada para Kapolsek jajarannya. Tiga aspek tersebut adalah aspek eksternal, internal dan manajemen media.

Wujud dari aspek eksternal yaitu turun ke lapangan, melakukan kerjasama dan membangun kedekatan kepada seluruh teman-teman di kewilayahan. “Dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh adat, tokoh wanita, lakukan yang terbaik yang bisa membawa nama institusi kita,” jelas Didi Haryono.
Aspek internal, konsolidasi apa-apa yang sudah disampaikan PJU (pejabat utama) dan jadikan itu sebagai masukan, jukrah, pedoman bagi internal Polri. “Jadikan suatu evaluasi buat kita tetap komitmen dalam melaksanakan tugas,” terangnya.
Aspek yang ketiga adalah manajemen media. “Ingat, kita adalah organisasi besar, organisasi publik, sehingga pertanggung jawaban kita perlu disampaikan kepada masyarakat,” tegas Kapolda.
Oleh karena itu ia meminta agar manajemen media diberdayakan. Rencananya seminggu sekali ia akan melakukan video conference untuk mengetahui seberapa jauh Humas berjalan dalam rangka pertanggungjawaban kegiatan kehumasannya.
“Baik pertanggungjawaban secara operasional, pertanggungjawaban secara penyerapan anggaran, maupun pertanggungjawaban terhadap revolusi mental kita,” tutupnya. (r/cucu)
