Oesman Sapta dalam pertemuan juga bicara bahwa pancasila sudah final, jangan ada dusta diantara kita bahwa kekuatan hanya ada 1 di Indonesia dan tidak ingin lagi mendengar adanya permasalahan khususnya di Kalimantan Barat. Ia, mengucapkan banyak terima kasih kepada aparat keamanan (TNI/Polri) yang telah menjaga situasi kondusif untuk mencegah konflik sosial di Kalimantan Barat.
Gubernur Kalbar mengatakan bahwa sudah terjadi 17 kali konflik di Kalbar, berharap agar kejadian-kejadian di masa lalu tidak terjadi kembali. Mengklarifikasi tentang video pidato dirinya yang sudah tersebar di media sosial. Mengambil langkah hukum atas penyalah gunaan media sosial yang telah menghujat dan menghina dirinya. Menyatakan apabila ia bersalah ia akan bertanggung jawab.

Adapun isi Deklarasi Perdamaian Masyarakat Kalimantan Barat, sebagai berikut :
“Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa, kami mewakili tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh adat dan tokoh ormas, setelah mencermati adanya potensi konflik sosial yang dapat menimbulkan kesengsaraan dan penderitaan di masyarakat yang berkepanjangan bagi rakyat, maka dengan hati yang tulus dan ikhlas bersepakat:
1). Menghentikan semua bentuk perselisihan, fitnah dan hasutan .
2). Saling menghormat dan menghargai serta mengedepankan musyawarah mufakat dalam menyelesaikan permasalahan di masyarakat guna terwujudnya kerukunan dan kedamaian.
3). Menghormati dan menaati peraturan perundang undangan yang berlaku serta senantiasa menjaga persatuan dan kesatuan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
4). Membangun komitmen bersama dalam menangkal dan melawan setiap bentuk provokasi serta upaya memecah belah persatuan.
Demikian kesepakatan ini kami buat dengan penuh kesadaran serta hati yang tulus dan ikhlas untuk dijalankan”.
