Tak hanya masalah transportasi, penginapan di Kayong Utara juga terbatas. Jadi, sebagian besar tamu yang hadir menginap di rumah warga bahkan sebagiannya menginap lebih jauh yaitu di Ketapang. Selain itu, kemacetan juga terjadi cukup parah. Untuk menuju ke tempat upacara, kami tidak bisa menggunakan roda empat. Hanya dapat menggunakan motor atau berjalan kaki, jelas Bapak Saptoyo yang kala itu hadir di Kayong Utara.
Tak ada kerugian yang begitu fatal dalam kegiatan kali ini. Hanya saja ketika pameran, beberapa tenda roboh diakibatkan angin kencang pada tanggal 14 Oktober 2016. Beruntung, tenda tersebut merupakan tenda teduh untuk petugas lapangan yang berada di pesisir pantai bukan tenda pameran.
Terdapat banyak pekerjaan rumah (PR) untuk Bupati Kayong Utara Hildi Hamid, BE beserta jajarannya untuk menyelesaikan masalah selepas acara ini yaitu, masalah sampah. Sampah yang berasal dari pengunjung menumpuk dan harus segera dibuang ke tempatnya agar tidak terjadi pencemaran. Namun, dengan berbagai kendala ini tak mengurangi nilai sukses Sail Selat Karimata. Terbukti dari penuhnya penginapan bahkan rumah warga juga dijadikan tempat menginap sehingga menambah pendapatan masyarakat Kayong Utara. (Dhea)
