teraju.id, Pontianak – Tiba saatnya pagi ini kami dari Badan Wakaf Indonesia Perwakilan Provinsi Kalimantan Barat lembaga independen negara yang bertugas untuk mengembangkan perwakafan nasional bersama Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (lembaga ekstra parlementer negara yang di Pusat dipimpin langsung oleh Presiden RI dan di setiap Provinsi dipimpin gubernur dan jajaran) menghantar pulang dari Pontianak ke Jakarta, Direktur Finansial Sosial Syariah Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah–sang pemikir Green Waqf–“bomberrrr” – “meteorrrr” Dr Dwi Hadiningdyah, SH, MA. Beliau 3 hari 2 malam di persada Bumi Khatulistiwa.

Pertama tiba, kami yang pernah bersama di Gedung Garuda Kantor Gubernur event Festival Wakaf Akbar Kalbar (2023) pertama kali paham bahwa Wakaf Uang bernama Sukuk telah mengalir ke Kalimantan triliunan rupiah. Tak terkecuali Kalimantan Barat. Sungguh malu rasanya. Fasilitas Asrama Haji, Kampus, Jalan Raya, Pos Lintas Batas ternyata dari Sukuk Syariah.

Sejak 2023 pula diteken Wakaf Pohon Wakaf Pantun kerjasama BWI Perwakilan Provinsi Kalimantan Barat bersama Universitas Tanjungpura. Dan kini, 2026 meningkat ke Wakaf Pohon Wakaf Pantun Wakaf Karbon Wakaf Biodiversity and Biocultural. Lokasi Hutan Dengan Tujuan Khusus seluas lk 20k ha lintas Kubu Raya, Mempawah dan Landak. Inovasi kolektif kolegial. Berkah berlimpah dengan berjamaah.

Kedua, Rabu sore, usai pertemuan jemputan, kami ke Dimsum Pot Gajahmada. Menikmati kawasan industri media Jawa Pos News Network Grha Pena, pasar rakyat Flamboyan dan kawasan ekonomi Gajahmada yang akulturatif. Derap nadi dan denyut ekonomi arus utama. Coffee Street. Demikian penabalan era Walikota H Sutarmidji SH, M.Hum. Bapak infrastruktur Kota Pontianak Kalimantan Barat.

Ketiga, Kamis, 29 Januari, atas undangan Gubernur kami hadir di Grand Tulip buat Perjanjian Kerjasama antara BWI dengan Fahutan Universitas Tanjungpura dan selanjutnya berkunjung ke MABM, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah dan Munzalan Tower. Bernas. Penuh lintasan meteorit ide dan networking.

Keempat, Jumat, 30 Januari safari berlanjut ke Seminar Nasional Green Waqf di Rektorat Untan Lt3 dengan kedalaman galian gerakan maupun gebrakan “daging semua” sehingga secara bercanda KH Lukmanul Hakim Munzalan Mubarakan Ashabul Yamin bilang, “gak cocok buat vegetarian” hehehe….kami mengisi “pulau tengah” ke Putri Raya usai Jumatan di Mesjid Kampus Almuhtadin, dan beredar ke Baznas hingga seperapat menit menjelang Maghrib.

Penghujung waktu di Land Mark Equator kami belanja kain khas Kalbar serta menyeruput kopi Asiang hingga 21.00.

Sukses. Alhamdulillah wayukurillah watabarakallah wanikmatillah. Rekomendasi, roadmap, hulu ledak dengan catatan “buku besak” mengiringi kolaborasi di ruang aksi. Untuk itu kami atas nama BWI dan KDEKS mengucapkan terimakasih atas kesediaan Yunda Dr Dwi Hadiningdyah untuk hadir berbagi pengetahuan maupun pengalaman bersama staf. Terimakasih kepada Kyai Makruf sejak dini di MUI dan Setwapres melegasikan KNEKS dan KDEKS. Kepada para pejuang yang mewujudkan Badan Wakaf Indonesia dengan UU Wakaf No 41 tahun 2004.

Terimakasih atas dukungan Gubernur, Rektor, Dekan dan civitas akademika tak terkecuali ICMI dan Asosiasi Tradisi Lisan.
Terimakasih kepada Kadishut LH dan panitia Kick Off lintas struktur termasuk NGO’s.
Terimakasih kepada MABM, PWM, Munzalan, BAZNAS.
Terimakasih kepada seluruh support system BWI dan KDEKS yakni BI, OJK, Bank Kalbar, Departemen Agama, Kanwil Perbendaharaan Negara, Serumpun Berpantun, Teraju News Network, Jursastra SMAN Tetra dan kawan-kawan panitia.
Sungguh tiada gading yang tak retak. Atas segenap salah dan khilaf, baik secara administratif, komunikatif dan ikhtiar kreatif di lapangan yang kurang berkenan, kami mohon maaf sebesar-besarnya. Tiada ada niat lain kecuali kolaborasi besar atas kerja besar ini dapat membawa manfaat besar pula bagi ummat dan masyarakat.

Kami sadar bahwa kulat getah kena peluh// sikat kiara kena pukat// bulat suara karena buluh// bulat suara karena mufakat.
Ilahinniyah Alfatihah washallu ‘Alan Nabi.

Anyway. Once again: many thanks. Matur suwun. Nuhun. Terimakasih.
Mohon maaf di kala salah. Silap kata dan makna. Maaf. Maaaaaf. Maaaaaaaf.
Fastabiqul Khoirot. ‘Ala muwaffiq ila aquamuth thoriq. Salam sejahtera. Rahayu. Adil ka’ talino, bacuramin ka’ saruga, basengat ka’ jubata.
Salam Serumpun Berpantun: Silang Sempurna, Kata Berkait, Serumpun Berpantun.

Indah melati di tengah taman// Sayang kembang hanya sedahan// Terimakasih kami ucapkan// Salah khilaf mohon dimaafkan. * (Panpel. Nuris. 08125710225)