Yang lebih menarik, Pontianak Selatan bukan hanya unggul dari sisi jumlah listing. Kecamatan ini juga menjadi kawasan dengan minat pencarian tertinggi, menyumbang 40 persen dari seluruh enquiry rumah tapak dijual di Kota Pontianak pada Juli 2026.

Posisi berikutnya ditempati Pontianak Kota dengan proporsi enquiry 24,8 persen dan Pontianak Barat sebesar 14,3 persen. Konsentrasi pencarian tersebut memberikan gambaran bahwa perhatian calon pembeli tidak tersebar merata di seluruh wilayah kota.

Namun, tren harga di Pontianak Selatan tidak sepenuhnya seragam. Pada rumah dengan luas bangunan di atas 250 meter persegi, median harga penawaran justru turun 6 persen secara tahunan, dari Rp4,2 miliar menjadi Rp3,95 miliar. Data tersebut berasal dari 68 listing pada Juli 2026.

Data Rumah123 tersebut bersumber dari aktivitas listing dan pencarian di platform mereka sehingga menjadi salah satu perspektif untuk membaca dinamika pasar rumah tapak di Pontianak. Dengan pasokan yang menurun, harga median yang meningkat, serta konsentrasi minat di kawasan tertentu, perkembangan pasar properti Pontianak dalam beberapa bulan ke depan menarik untuk dicermati. (/r)