in

Islam Bertumbuh di China–10.000 Jemaah untuk Mesjid Shenzen

IMG 20210207 WA0061

Teraju News Network – Tokoh masyarakat Tionghoa Kota Pontianak Andreas Acui Simanjaya mengirimkan sebuah naskah liputan Kompas tentang perkembangan Islam di Kota Shenzen, Tiongkok (China). Tergambar keelokan mesjid dengan arsitektur modern, bahkan “high-technology”.

Menonton naskah yang dikirimkan tokoh bisnis sekaligus budayawan ini, Teraju News Network juga menelusuri berbagai naskah yang ada di laman web. Ditemukan liputan perjalanan yang turut dimuat di laman Kompas.Com selain berbagai unggahan di kanal YouTube.

IMG 20210207 WA0060

“Islam di China semakin bertumbuh. Salah satunya adalah di Kota Shenzen. Jika anda berkesempatan datang ke kota Shenzen maka sempatkanlah untuk mampir ke Masjid Shenzen. Di Kota ini terdapat Masjid yang menjadi tempat berkumpulnya komunitas Muslim yang ada di Kota Shenzen.” Begitu redaksi Kompas.

Awalnya pada tahun 1998 masjid ini hanya masjid kecil yang berdiri di atas sebuah hotel. Namun seiring bertambahnya umat muslim di Kota Shenzen, yang kini mencapai 120.000 orang, pemerintah China kemudian membantu pengembangan masjid ini.

Masjid Shenzen menjadi simbol kebebasan beribadah dan menunaikan ajaran agama Islam di Kota Shenzen. Masjid Shenzen terdiri dari 4 lantai dengan kapasitas jamaah mencapai 10.000 orang. Masjid Shenzen selalu ramai dipenuhi oleh umat muslim yang akan menunaikan Shalat Wajib, dan masjid semakin ramai ketika waktu Shalat Jumat tiba.

Baca Juga:  Direktur POLNEP Harapkan Percepat MoU dengan DKP Kalbar

“Kita suka keragaman dan memberitakan toleransi,” timpal Acui kepada Redaksi Teraju News Network. (kan)

Written by Nur Iskandar

Hobi menulis tumbuh amat subur ketika masuk Universitas Tanjungpura. Sejak 1992-1999 terlibat aktif di pers kampus. Di masa ini pula sempat mengenyam amanah sebagai Ketua Lembaga Pers Mahasiswa Islam (Lapmi) HMI Cabang Pontianak, Wapimred Tabloid Mahasiswa Mimbar Untan dan Presidium Wilayah Kalimantan PPMI (Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia). Karir di bidang jurnalistik dimulai di Radio Volare (1997-2001), Harian Equator (1999-2006), Harian Borneo Tribune dan hingga sekarang di teraju.id.

1.5 Abad 1th Tokya Nur Hasan

1/2 Abad + 1th “Tokya” Nur Hasan

IMG 20210207 WA0063

Muhammadiyah Bergerak–Produktifkan Lahan Wakaf dengan Kebun Agronomi