Menuju Peringkat 3 Terbaik Adinata

teraju.id, Pontianak – Ruang Data Analisa yang populer disebut DAR bukan dor juga door–hehehe–singkatan dari Data Analytic Room Kantor Gubernur Kalbar, Selasa, 12 Mei pukul 10.00 kami buka. Saya bersamaan naik ke lantai 2.5 itu dengan Kabiro Ekon Harry Ronaldy Mahaputrawan, SE, MM. Di dalam para staf operator sudah stand by.

Begitu kami duduk, tiga layar lebar monitor sudah penuh wajah panelis Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah. Pada pukul 10.30 akan berlangsung verifikasi data Adinata Sharia Award. Menurut rencana Ketua Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Kalbar, yakni Bapak Gubernur akan memimpin langsung, namun dikarenakan harus mendampingi Kunker Ibu Negara dan Kepala Badan Gizi Nasional, maka diwakilkan kepada Bapak Sekda dr Harrison, M.Kes.

Seperapat jam sebelum tenggat 10.30 Pak Sekda memasuki DAR. Stelan lengkap jas dan dasi merah ala-ala anggota kabinet, bahkan eksekutif ambassador. Gagah. Rapih. Baru saja usai dari Rapat Paripurna di DPRD Kalbar.

Sekda didampingi Direktur Eksekutif KDEKS Prof Dr H Eddy Suratman dan Asisten 2 Heronimus Hero, SP, M.Si. Dari jajaran Manajemen Eksekutif KDEKS hadir Dr Rasiam, MA, Kyai Didik dan Andi Awaludin, MM. Turut hadir anggota ekosistem ekonomi dan keuangan syariah Kalimantan Barat yakni Bank Indonesia dan Bank Kalbar Syariah.

Panel KNEKS dipimpin Dr Sutan Emir Hidayat. Sekretaris IAEI yang dipimpin Menteri Agama Prof Dr KH Nazaruddin Umar ini membuka statementnya dengan ucapan selamat bahwa KDEKS Kalbar berhasil masuk 10 besar KDEKS terbaik di seluruh Indonesia dalam rapor Adinata Sharia Award 2025. Untuk itu rapor hendak diverifikasi dan jika masuk 3 besar maka akan dilakukan visitasi lapangan.

Berkenaan dengan statement itu, Sekda yang juga Sekretaris KDEKS mengucapkan terimakasihnya, sekaligus mempresentasikan apa saja taktik dan strategi Kalbar dalam membangun ekonomi dan keuangan syariah sejak di-SK-kan pada Oktober 2023. Dalam dua tahun berjalan menjalin komunikasi aktif eksternal dan internal sehingga melaju di berbagai indikator seperti zona khas (kuliner halal, aman dan sustainable), pertumbuhan keuangan syariah 2.9 triliun, hingga sertifikasi halal.

Asisten II Heronimus Hero menambahkan strategi percepatan sertifikasi halal gratis (Sehati) Wajib Halal Oktober 2026 di tengah geografi Kalbar 1.5x luas Pulau Jawa. Dibutuhkan satgas khusus, katanya.

*

Meet up online KNEKS-KDEKS menyisakan 11 PR yang mesti disisir ulang setelah presentasi dan tanya jawab selama satu jam. PR yang mesti diselesaikan dalam 1×24 jam. Untuk itu setelah DAR ditutup, kami lanjut rapat di Biro Ekonomi sampai pukul 13.30.

Ke-11 PR diisi tuntas. Terkecuali 4 item yang memang belum tersentuh program seperti penerbitan sukuk syariah lokal yang upaya ke arah sana perlu konsolidasi tingkat tinggi–namun bisa dikondisikan sejak dini–juga payroll via keuangan syariah dari berbagai aspek ke-Pemda-an.

Saya jadi ingat Oktober 2023. Kami menerima SK sebagai Manajemen Eksekutif KDEKS. SK yang ditandatangani PJ Gubernur yang saat itu dijabat dr Harrison, M.Kes.

“SK yang bapak teken kini berbuah prestasi 10 besar nasional. Selamat. Dan terus tingkatkan,” motivasi Dr Emir Sutan Hidayat yang juga salah satu anggota tim juri Adinata Sharia Award KNEKS yang notabene dipimpin Presiden RI, dan Wapres selaku Ketua Harian dan Menkeu sebagai Sekjen KNEKS.

SK terbit dalam suasana hari jadi kota Pontianak dan juga Sumpah Pemuda. Disusul pelantikan di awal Ramadhan di Balai Petitih disaksikan Wapres saat itu Prof Dr KH Makruf Amin.
KDEKS Kalbar terus ngegasss. Kolaborasi aktif bersama anggota ekosistem terutama BI, Bank Kalbar, Bank Kalbar Syariah, OJK, Kementerian Agama, BWI-Baznas, DMI, MUI dan 40-an anggota ekosistem ekonomi dan keuangan syariah.

Berbagai event juga dihelat. Mulai seminar nasional dan internasional, deklarasi hari pantun dunia, hingga implementasi Astacita berupa Rencana Aksi Daerah (RAD) dalam koridor MEKSI–Masterplan Ekonomi dan Keuangan Syariah Indonesia.
Istimewanya Kalbar melaju di tengah pelambatan. Menyeruak di tengah tantangan geografis, bahkan keterbatasan dana.

Di sinilah peran strategis KDEKS dalam meningkatkan dan mempercepat pembangunan ekonomi yang disebut Wapres KH Makruf Amin ketika memberikan amanah pelantikan sebagai quick win. Kemenangan cepat melawan kemiskinan. Melawan kemiskinan via syariah dimana halal pasti baik, dan kebaikan itu bersifat universal alias integral kaffah. *

Mohon doa restu bapak/ibu, abang-kakak sekalian…