Beliau juga menambahkan nasehat tentang pentingnya bertaubat:
Hari Jumat, hari yang mulia,
Bersihkan diri, sucikan hati.
Ingatlah dosa, taubatlah kita,
Ampunan Allah, selalu dinanti.
Kak Dara menyampaikan semangat ibadah di hari Jumat:
Mentari indah di ufuk Timur,
Burung riang melompat lompat.
Mari beribadah untuk panjang umur,
Bermurung jangan di hari Jum’at.
Syarifah Nuraini mengajak kita memotivasi diri melalui syafaat Nabi:
Sedari ingat sejak di Mekah,
Kaki mengiringi perintah ilahi.
Di hari Jum’at bnyk berkah,
Motivasi diri syafaat Nabi.
Pantun Nasehat Bijak & Etika Masyarakat
Pesan-pesan moral mengenai pentingnya menjaga lisan dan rendah hati disampaikan oleh Syofyan Syodikin: Kayu jati dibuat peti,
Bawa ke pasar naik perahu.
Jaga lisan rendah hati,
Agar selamat sepanjang waktu.
Sinergi antara nilai-nilai nasionalisme dan kearifan lokal seperti yang ditulis oleh Watno:
Pacri nenas budaya lokal,
Pakek daon salam se on.
Selamat hari santri nasional,
Salam dari org yg belajar bepanton.
Zulkarnain Adeli menggambarkan karakter santri yang cerdas:
Ke pasar tengah beli ketupat,
Singgah sebentar di tepi Kapuas.
Santri Pontianak cerdas dan hebat,
Ilmu dan iman berpadu luas.
Bait-bait ini merekam antusiasme peserta dalam memajukan budaya melalui kolaborasi dengan Bank Indonesia. Zulkarnain Adeli mengajak untuk melestarikan warisan leluhur:
Pergi ke pasar beli sarapan,
Belinya ketan ditambah bubur.
Ayo kawan kita majukan,
Budaya pantun warisan leluhur.
Taufik menutup koleksi ini dengan kesan positif mengikuti kegiatan:
Tanam padi di tengah sawah,
Padi dituai di bulan Juni.
Hati senang bukan kepalang,
Ikut workshop di BI ini.
