Hingga 1 Maret 2021, peta percakapan di Twitter masih didominasi satu cluster besar yang kontra terhadap investasi miras. Bahkan sore ini, 02/03, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Said Aqil Siroj direncanakan menggelar konferensi pers mengenai penolakan terhadap legalisasi minuman keras (miras).
Hingga hari ini, belum ada kampanye dan tagar dari cluster yang mendukung kebijakan investasi miras. Mungkin beberapa hari ke depan akan ada, atau kebijakan berubah.
Emosi yang tertangkap dalam percakapan di media sosial didominasi oleh “emosi marah”. Terutama didorong oleh berita Gubernur Papua yang marah dan mengancam membakar toko penjual miras. Juga warga Papua yg marah atas sigma “miras itu budaya”.
“Isu investasi miras ini bisa menjadi case study, apakah suara dari ormas besar @muhammadiyah, @nahdlatululama, @MUIPusat, partai, oposisi, dan warga bisa didengar dan mengubah kebijakan, tanpa harus demo turun ke jalan,” pungkas Ismail Fahmi, peneliti sekaligus dosen UII bijak.
