teraju.id, Pontianak – Jum’at, 10/04/2019, program bimbingan Rumah Literasi fokus pada evaluasi hasil penulisan Diary para peserta. Masing-masing menceritakan tentang pengalaman menulis Diary setiap hari tanpa jeda. Berbagai ungkapan disampaikan oleh para peserta, mulai dari kesulitan hingga kemudahan yang dialami.
Panitia mencoba menginventarisir ungkapan-ungkapan tersebut, sebagai bahan evaluasi ke depan.
Nora Noritasari, seorang peserta yang sejak awal kegiatan sudah sangat antusias dalam mengikuti program ini mengungkapkan bahwa ia merasa lega, setelah mengungkapkan perasaannya di buku Diary:
“Lega setelah bercerita. Karena ketika kita bercerita, setidaknya beban kita sedikit berkurang”, kata Nora Norita.
Pernyataan Nora juga diaminkan oleh Putri Yani, peserta yang pada pertemuan pertama berhasil meraih hadiah sebagai penulis terbaik tentang diri:
“Punya teman untuk bercerita. Karena, terkadang kita sulit untuk menceritakan pengalaman, perasaan atau keadaan kita pada orang lain. Melalui Diari, kita bisa mengungkapkan perasaan kita. Selain itu, Diari tidak akan bercerita lagi pada orang lain yang tidak kita inginkan”, ungkap Putri Yani.
Menulis Diary, ternyata juga dapat menambah semangat menulis, sebagaimana diungkapkan oleh Sarina Lestari:
“Menulis Diari dapat menambah minat menulis. Sebenarnya Saya oranya agak malas untuk menulis. Karena ada pembelajaran menulis, seperti menulis Diari, Saya jadi suka menulis walaupun tulisannya jelek”.
