Kini di Indonesia sedang ribut soal Sultan Hamid pengkhianat atau pahlawan. Sejak Prof Hendropriyono diwawancarai Agama Akal TV Channel YouTube, 11/6/20. Kemudian penjelasan Prof Anhar bahwa Sultan Hamid cacat sejarah akibat menjadi pengawal khusus Ratu Wilhelmina tahun 1946. “Saat kita dikejar kejar Belanda. Beliau dimana?” Begitu Prof Anhar merujuk fakta sejarah ketika webinar dengan AGSI beberapa hari lalu.

AGSI, kata Sumardiansyah tidak akan terlibat dengan kemelut pengkhianat atau pahlawan, tapi akan menilai sendiri para tokoh sejarah Indonesia. Sehingga para guru paham dalam mendidik sejarah Indonesia kepada para murid, bagaimana teks dan konteks para tokoh sejarah maupun berbagai peristiwa pada saat itu.

Presiden AGSI Sumardiansyah menegaskan bahwa AGSI memiliki semangat untuk menjadikan diri sebagai sebuah gerakan intelektual yang mengambil peran aktif dalam mengembangkan kompetensi profesionalisme serta harkat martabat Guru Sejarah, di antaranya adalah melalui berbagai forum diskusi seperti Webinar Kesejarahan yang selama ini diadakan.

Webinar ini juga akan live streaming di beberapa channel, selain AGSI, juga media YouTube teraju.id. Jangan lewatkan kesempatan belajar sejarah bersama ribuan guru-guru sejarah seluruh Indonesia. (kan)