Tiga jurnalis media online “teraju.id” bergerak dari Kota Pontianak untuk tujuan Sukadana, ibukota dari Kabupaten Kayong Utara sejak 13/10/16–dua hari sebelum hari akbar–pembukaan oleh Presiden RI Joko Widodo. Tiga jurnalis itu masing-masing Amirul Hakki, Guntur dan Deki. Ketiganya adalah jurnalis pioner di media yang baru lahir pada 16/8/16 di Kota Pontianak ini.

Rencana meliput Sail Selat Karimata sudah ada sejak awal media ini dilaunching. Kenapa? Sebab, Sail Karimata adalah event besar berskala internasional. Oleh karena itu amat sangat layak mendapatkan porsi lebih daripada sekedar berita. Ia mesti dilihat secara seutuhnya. Mulai dari yang formal maupun nonformal. Mulai dari yang serius sampai “duarius” ataupun yang ringan-ringan. Semuanya disajikan dengan standar jurnalisme yang akurat, balance (berimbang) dan fair alias jujur. Dan pemberitaan itu pun berlangsung sejak persiapan, keberangkatan hingga saat tiba di medan laga.

Pemberitaan awal dimulai dari Kota Pontianak. Khususnya persiapan keamanan dari pihak Polri dan TNI. Lebih lanjut di Telok Batang. Media online “teraju.id” melaporkan betapa meriahnya pelabuhan tersebut ketika didatangi Naga Langit yang panjangnya 150 meter. Warga pun menyemut. Bahwa event Sail Karimata adalah hiburan panjang tersendiri yang belum tentu terulang kembali dalam seabad lamanya di Karimata apalagi Sukadana dan tetangga terdekatnya Ketapang.
Tiga jurnalis “teraju.id” berangkat dari Pontianak menggunakan jalur air. Mereka naik kapal. Oleh karena itu tempat ketibaan di Telok Batang. Telok Batang masih jauh dari Sukadana. Masih dibutuhkan perjalanan darat sekitar 1 jam lamanya. Ketiga jurnalis “teraju.id” dijemput oleh mitra dengan kendaraan roda empat. Dan selanjutnya liputan pun berkembang sepanjang perjalanan.