teraju.id, Pontianak – Namanya berkibar di Dubai sebagai penerima penghargaan bergengsi di dunia perwakafan internasional. Pemecah telur NKRI sejak 2008, baru kali ini ada Anak Indonesia juara 1 karena Cash Wakaf Link Sukuk tembus triliunan dan membantu kas negara. Kalbar pun kecipratan dengan rehabilitasi total Gedung Asrama Haji dan gedung gedung asrama mahasiswa. Baik IAIN dll. Tak terkecuali infrastruktur di titik Border Kalbar-Jiran. Nggak tahukan kalau itu dana wakaf uang?
Nah anak kolong satu ini memang rrrrrrruar biasah dalam hal inovasi Masa kecil di Ngawi tomboy euy. Perempuan ragil anak Danramil ini jago panjat jambu. Buah buah ranum dipanen walaupun malam hari hahahaha…tidak manja. Mandiri. Bertanggungjawab.

Dari Ngawi ia bertumbuh dengan sosiologi hukum Prof Satjipto Rahardjo di Fakultas Hukum Universitas Diponegoro. Iya, Semarang, Jawa Tengah. Di sana pula dia HMI aktif. Pecinta dimsum ini study ke Delaware USA program master dan doktoral di UNJ sebagai think thank Departemen Keuangan. Ia tercepat ketiga dalam kelas yang jamak saling sapa C-21 dengan Prof…Prof….

Kini istri Pak Dokter yang mengabdi di RS Pertamina Jakarta ini memimpin Direktorat Finansial Sosial Syariah Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah. Ia bela-belain diri 3 hari ke Pontianak mau lihat lebih kurang 20.000 ha lahan Hutan Dengan Tujuan Khusus kerjasama Green Waqf Badan Wakaf Indonesia Perwakilan Provinsi Kalimantan Barat bersama Fakuktas Kehutanan Universitas Tanjungpura dengan tajuk Wakaf Pohon Wakaf Pantun Wakaf Karbon Wakaf Biodiversity and Biocultural. Perdana di Nusantara. Pertama di dunia.

Melihat sepak terjang Cash Wakaf Link Sukuk sampai triliunan dengan ribuan proyek di seluruh Tanah Air adalah rugi tidak membersamai beliau untuk menyerap sebanyak mungkin ilmu dan pengalamannya dalam mengelola cuan di ruang Green Economy apalagi terkait SDG’S.

Hayuk ateuh…tahu kan schedulenya? Bisa lihat picts two yeah….
Nuhun….Sile…”Rambate rate ratasss.” (Selamatan Anak Cucu Sulaiman: WS Rendra). *