teraju.id, Pontianak – Perhelatan Harpandu dan Hartunas yang Alhamdulillah sukses digelar perdana setelah keluar SK Menbud No 163/M tanggal 7 Juli 2025 serta tahun ketiga dalam inisiatif komunitas perpantunan nasional maupun dunia usai sudah secara penanggalan, yakni 16 Desember Harpandu dan 17 Desember Hartunas.
Namun ada yang terus berjalan bergelombang. Produksi kreatif di TikTok network medsos. Salah satunya yang saya lingkari di atas. Tepat 24 Desember nyaris 1000. Dan kini tentu sudah tembus angka keramat itu. Dan memang isinya dialogis bersama OSO sang negarawan asal Sukadana, Ketapang, Bumi Kalimantan. Bernas. Memandu. Bertunas.
Saya sendiri amat sangat menikmatinya. Mulai gaya bahasa. Tutur kata. Bariton serak-serak suaranya….istimewahhhh.
Di umur 77 tahun meruap mutu kenegarawanannya. Ia konglomerat. Politisi. Mantan Ketua DPD RI dan Wakil Ketua MPR RI. Rrrrrrruar biasah.
6.5 menit mutual. Tak bosan untuk disimak. Bahkan diputar ulang dan ulang.
Begitupula snapshot Sembang Pantun di berbagai lokasi: Bukit kelam tembus angka 1000. Uncak Kapuas 7 ribu. Bahkan super duper viral adalah kisah kucing kurus mandi di papan…25k.
Alhasil pantun Is pantun. Politics is politics. Law Is law.
Mari kita jadikan kearifan lokal ini menceriakan. Membawa pesan moral budi baik bangsa dan melahirkan negarawan bangsawan. Ameen.
Semoga pantun membawa damai bagi diri, keluarga, kabupaten dan kota, provinsi, negara, hingga dunia.
Melalui pantun bahasa Indonesia akan meluas ke mancanegara. Sebab dengan pantun orang mudah belajar bahasa keseharian kita di Nusantara.
Pantun adalah alat diplomasi budaya. Bisa masuk ke segala lapisan rakyat. Efektif mendelivery pesan pesan pembangunan, kemajuan dan peradaban.
*
Kalau tidak karena tenun
Tidak cual menjadi baju
Kalau tidak karena pantun
Tak akan dikenal Bangsa Melayu…
*
Salam Serumpun Berpantun: Silang Sempurna
Kata Berkait
Serumpun Berpantun
