Frasa keturunan Arab ini tertuang di dalam teks judul video YouTube yang diunggah Agama Akal TV bersama Prof Dr AM Hendropriyono yang telah membuat gaduh NKRI sepekan terakhir ini sehingga menimbulkan gelombang reaksi protes kalangan Istana Kesultanan Qadriyah dengan melaporkan Prof Hendropriyono ke Mapolda Kalbar (13/6/2020).

Narasumber berikutnya adalah Gubernur Kalbar H Sutarmidji, SH, M.Hum. Ia sebagai orang No 1 di TP2GD/Tim Pemberi Pangkat / Tanda Gelar Tingkat Daerah. Kemudian H Syarif Abdullah Alkadrie adalah wakil rakyat dari Provinsi Kalbar di DPR RI dimana dia bersentuhan langsung secara genetik dengan Fam Alkadrie sekaligus wakil rakyat yang bermetamorfosis sejak DPRD Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat hingga DPR RI.

Narasumber selanjutnya adalah Anshari Dimyati, SH, MH. Ia mewakili Yayasan Sultan Hamid. Lantas JJ Rizal Sarjana Sejarah (UI). Sejarawan muda Indonesia ini merupakan peraih AWARD Ikapi Jakarta (2011) sebagai penulis sejarah, penerbit buku-buku sejarah dan pengajar sejarah, serta kerap kali jadi narasumber kesejarahan di TV-TV Indonesia. Gebrakannya dalam komunitas sejarah dinilai signifikan menggerakkan kepedulian mempelajari sejarah nasional dan dunia.

Dalam forum ini diberikan kesempatan kepada para sepuh yang tahu untuk bersuara atawa memberikan testimoninya perihal sepak terjang Hamid II Alkadrie. Baik plus maupun minus. Demikian menurut panitia agar tidak ada yang gelap dan kelam lagi seputar sejarah kemerdekaan Republik Indonesia rentang waktu 1945-1950-an mengenai NRI-RIS dan NKRI.

“Kepentingan kita generasi muda adalah membuatnya jadi terang benderang untuk kekuatan kita sebagai bangsa besar sesuai visi-misi Indonesia Raya. Bismillah,” ungkap Panitia Teknis Lapangan.