Oleh: Yusriadi
Orang rumah mengajak saya pergi menyaksikan Pak Muda –Bupati Kubu Raya, Kalbar, menanam padi di Parit Keladi, Sungai Kakap, Kubu Raya. Dia lantas membagikan famplet kegiatan, berisi foto Pak Muda dilengkapi beberapa informasi kegiatan tentang wisata tanam padi.
Saya, karena memang tak ada kegiatan di Ahad pagi, mengiyakan ajakan itu. Selain penting bagi istri untuk tambahan data tesisnya mengenai kebijakan non-tunai dan beras Kubu Raya, saya pikir bisa sekalian pelesiran, ikut berwisata dan mungkin bertemu kenalan. Tambahan, saya sudah lama tak jalan-jalan ke daerah Kakap ini. Biasanya, banyak jalan, banyak pengalaman, dan mungkin ada pengalaman yang bisa ditulis. Mungkin juga survei awal untuk rencana-rencana di hari muka.
Kami turun agak telat –tidak pagi-pagi sebagaimana jadwal kegiatan dimulai pukul 06.00, karena urusan tertentu. Lagi pula tidak ada kegiatan atau tugas khusus di sana–kecuali mengamati dan membuat beberapa catatan.
Ketika sampai di dekat lokasi, dari ujung simpang jalan masuk, suasana nampak sepi. Petugas jaga simpang memberitahu, para pejabat sudah datang sejak pagi.
“Dah selesai,” katanya, melunglaikan kaki.
Tetapi, sudah terlanjur pergi, pantang berbalik sebelum sampai ketemu padi.
