Oleh : Filisianus Richardus Viktor

Perkembangan teknologi yang sangat pesat saat ini tentunya menjadi suatu hal yang menguntungkan baik dalam memberikan solusi hingga memecahkan masalah yang ada. Presiden Jokowi Widodo di Istana Negara, Senin (2/3/2020), pertama kalinya menyampaikan masuknya COVID-19 ke Indonesia. Semenjak itu, banyak kebijakan baru pemerintah yang muncul, termasuk di bidang kesehatan.

“Kementerian Kesehatan bekerja sama dengan Aliansi Telemedik Indonesia (Atensi) memanfaatkan telemedik yang berbasis internet untuk memberikan beberapa pelayanan terkait virus Corona dan penyakit COVID-19,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Bencana BNPB Agus Wibowo dalam keterangan tertulisnya, Kamis (26/3/2020).
Menurut Agus, ada 12 platform telemedik yang bisa dimanfaatkan masyarakat untuk memperoleh informasi, yakni DokterSehat, Alodokter, Halodoc, SehatQ, KlikDokter, Good Doctor Technology Indonesia, ProSehat, Link Medis Sehat, Klinikgo, Perawatku.id, Aveecena, dan Docquity.

Sama halnya dengan Presiden Jokowi, ia mengimbau masyarakat untuk melakukan konsultasi kesehatan (berobat online) melalui aplikasi telemedicine. “Orang tidak perlu bertemu dengan dokter, tidak perlu harus ke rumah sakit, tetapi bisa konsultasi kesehatan lewat (aplikasi) telemedicine,” kata Jokowi saat memberi keterangan pers terkait penanganan COVID-19, di Istana Merdeka, Selasa (24/3/2020).
Presiden Jokowi Widodo mengatakan pemerintah menjalin kemitraan dengan beberapa perusahaan teknologi penyedia layanan dan aplikasi telemedicine. Dengan demikian, masyarakat tak perlu datang ke rumah sakit untuk melakukan konsultasi kesehatan.

Ini juga merupakan salah satu upaya pemerintah untuk menekan angka penularan COVID-19. Masyarakat melalui aplikasi telemedicine dapat berkonsultasi dan mendapatkan resep obat dari dokter tanpa perlu ke klinik atau rumah sakit.