Akhirnya, saya pun menemani Deli untuk mencari perusahaan atau instansi lain yang bersedia menerima Deli untuk magang. Dia sempat berputus asa. Sebab gurunya sudah sempat mengatakan, jika dia tidak mendapatkan tempat untuk magang, maka dia tidak akan magang dan juga tidak mendapat nilai Prakerin.
Dia pun mengingat usulan Papa untuk mencoba mengajukan permohonan magang ke kantor Walikota Pontianak. Tanpa berpikir panjang lagi, kami pun langsung berangkat dari Wajok Hulu ke Pontianak.
Di tengah perjalanan, dia masih memperhatikan beberapa perusahaan yang ada tampak berjejer di tepi jalan. Dia juga sempat berpikir untuk mencoba mengajukan di perusahaan itu. Namun, kembali diurungkannya karena kami juga keterbatasan waktu saat itu.
Kami sudah tiba di depan kantor Walikota Pontianak. Raut tegang tampak jelas di wajahnya. Tapi, dia mencoba untuk tetap tenang. Setelah bertanya dengan staff informasi, dia pun dipersilahkan untuk masuk ke ruang TU.
Saya juga dipersilahkan masuk saat itu. Namun, saya merasa enggan masuk dan memilih untuk menunggu di ruang staff informasi itu.
