Elias jago masak. Ia beli kalkun. Isi perut kalkun dihias dengan teriyaki. Kami makan sepuasnya. Inilah tradisi Thanksgiving AS. Sejarah 1621. Bersatunya pendatang dengan orang kampung. Berbagi labu atau waluh dan jagung. Mereka merajut kebersamaan. Inilah sejatinya adat Paman Sam. Esensi negeri demokrasi. Saya baru tahu tahun 2002 lalu dalam Indo Journalist Programme. Temanya Journalism in Ethics and Investigative Reporting. Sebuah beasiswa meliput konflik dan diharap jadi penular jurnalisme damai di Tanah Air.
Sepanjang jalan kami lihat rumah rumah warga kampung memasang waluh. Taruh beberapa buah labu. Inilah pertanda mereka merayakan Thanksgiving yang abadi sampai sekarang. Peristiwa Thanksgiving yang menyatukan Bangsa AS itu setiap 26 Nopember. Sejak 1621 hingga sekarang dan masa yad. Happy Thanks Giving untuk saudaraku di Negeri Paman Sam. Juga AFS Internasional. Tak terkecuali program Youth Exchange and Study (YES) yang kami kelola hersama Bina Antarbudaya Chapter Pontianak sejak 2013 dimana sudah 20 pelajar studi setahun di AS. Pelajaran Thanksgiving sebenarnya adalah pelajaran untuk pandai berterima kasih. Pandai bersyukur. *
