Oleh: Ambaryani
“Ayo… Pelita, Jangkang 1, Teluk Nangka..Kubu, Sungai Terus, Olak-Olak, Jangkang 2, Mengkalang Jambu..”
Teriakan serta tepuk tangan kompak dari suporter membuat gedung serba guna Kecamatan Kubu ramai. Keseruan peringatan HUT RI 74 PKK Kecamatan Kubu sangat terasa, Kamis 8 Agustus lalu.
Ibu-ibu PKK dari berbagai desa ikut serta dalam lomba menjahit bendera mini. Mereka nampak berkali-kali latihan memasukkan benang ke dalam jarum. Tujuannya supaya saat lomba mereka sudah ‘hafal’ dan bersahabat dengan jarum dan benang yang sudah dibagikan oleh panitia.
Uniknya, di awal ada kebingungan siapa yang harus mewakili lomba jahit bendera mini. Kalau yang sudah senior, pasti rapi jahitannya karena sudah biasa menjahit. Tapi susah masukkan benang ke dalam jarum. Memilih mengutus yang muda, resiko jahitan kurang rapi. Karena salah satu poin terbesar penilaian lomba menjahit bendera mini adalah kerapian.
Akhirnya, panitia mengambil jalan tengah dengan memperbolehkan benang terlebih dahulu dimasukkan ke dalam lubang jarum sebelum lomba dimulai. Mereka konsentrasi dengan kain merah putih ukuran 10 x 20 cm.
Mereka nampak serius dan konsentrasi. Ada yang menjahit dengan tenang, pelan dan rapi. Ada yang menjahit dengan gopoh, tangan agak bergetar hingga benang terlepas dari jarum saat kain bendera masih tersisa beberapa cm untuk rampung dijahit.
