Oleh: Winda Wulandari
Suasana kelas tampak gaduh saat mendengar tugas resensi yang diberikan Pak Yus. Banyak yang kebingungan, sekalipun sebelumnya pembahasan tentang hal itu dilakukan.
“Gimana sih buat resensi itu?”
Kebetulan bapak menyuruh saya mengkodinir semua itu. Kami meresensi buku-buku yang diciptakan oleh anak Club Menulis. Aku termenung,
“Sayangnya aku belum ada menulis buku, kalau seandainya ada, aku ingin melihat penilaian kawan-kawan terhadap bukuku”.
Pada saat selesai perkuliahan aku bersama Ade Almayda bergegas menuju Club Menulis untuk mengambil buku yang akan kami resensi. Kawan-kawan banyak menitip kepadaku untuk mengambil buku mereka. Aku menjawab, “Pak Yus bilang harus ngambil sendiri-sendiri”.
Kemudian kawan-kawan pun bergegas pula menuju ruang Club Menulis mereka kuinfokan lewat grup WA kelas.
Pada hari itu ruangan Club Menulis dipenuhi oleh mahasiswa Akuntansi Syariah A, mereka memilih dan memilah buku dan membacanya sebentar. Dalam pikiranku, “Mereka pasti sedang mencari buku menarik untuk dibaca”.
Mereka datang satu persatu, “Win, ini buku aku Win”.
“Win, aku pinjam yang ini ya”.
“Win, catat ya, aku pinjam buku ini”.
Dan masih banyak lagi.
