Pernyataan ini seolah mengamini statement Sabda PS dalam perbincangan dengan Cania Citta pada kanal Youtube, Geolive. “…kebanyakan orang yang dari non-pendidikan, ketika ngomongin pendidikan fokus pada apa yang diajarin. Sebenarnya, first thing first, biasanya para pendidik, bukan apa yang diajarin, tapi asesmennya yang bagaimana. Asesmen bukan cuman tes TOEFL dan sebagainya. Lebih luas, intinya memastikan seseorang memiliki skill tertentu.” Hanya saja, banyak pendapat juga yang mengatakan apakah dengan waktu singkat Indonesia siap menerapkan penghapusan UN dan menggantinya dengan Asesmen Kompetensi Minimum mengingat SDM tenaga pengajar di daerah yang masih kurang.

Fadhil menambahkan bahwa setiap kebijakan yang diputuskan tentunya akan ada kekurangannya. Artinya, ini yang akan menjadi evaluasi di tahun berikutnya. Dan tentu dapat diminimalisir agar tidak terulang pada pelaksanaan berikutnya.

Secara teori, dua kebijakan ini mudah dipahami dan dianggap menjadi angin segar, mengingat akan mengurangi beberapa aktifitas para tenaga pendidik. Nadiem Makarim menciptakan program kerja Merdeka Belajar tentu bukan untuk para siswa saja, tapi untuk para guru. Artinya, pekerjaan jauh lebih ringan dengan adanya dua kebijakan yang sudah dibahas secara singkat tadi.