Community

Wakaf Mujahidin yang Diresmikan Pak Harto

Wakaf Mujahidin yang Diresmikan Pak Harto
Foto Jemaah Idul Fitri di Plaza Mesjid Raya Mujahidin era 1990-an

Oleh: Nur Iskandar

Adalah Haji Achmad Mawardi Dja’far seorang tokoh Muhammadiyah seusai pertemuan umat Islam di Yogyakarta berpikir keras tentang perlunya dibangun mesjid raya di Kota Pontianak yang membanggakan Kalimantan Barat. Ibaratkan Mesjid Istiqlal-nya Jakarta di ibukota negara kepada ibukota provinsi yang berbatasan langsung dengan negeri Jiran, Malaysia. Gubernurnya pada saat itu Kadarusno–penerus Oevaang Oeray. Spirit merebut dan mempertahankan kemerdekaan di Jakarta melahirkan nama Istiqlal (Merdeka) sedangkan di Kalbar bernama Mujahidin (Perjuangan).

Sasaran lokasi pembangunannya pertama kali adalah muara Sungai Raya. Iya, lokasi wakaf Kesultanan Qadriyah yang saat tahun 1970-an itu cukup luas dan masih sedikit dipergunakan untuk lokasi pemakaman kaum muslimin dan muslimat. Lokasi itu ditunjukkan Sultan Hamid yang merupakan mentor politik Oevaang Oeray dan komandan KNIL dari Kadarusno. Namun ternyata, pejabat negara di Kota Pontianak Puspoyo merujuk ke lokasi ladang sayur kawasan Sen Tiong. Lokasi anyao inilah yang kemudian disepakati secara bersama-sama. Dan untuk meningkatkan kekuatan tanah anyao itu, maka digalilah tanah liat bersumber dari kawasan waduk.