Menurut Nuseibeh pemirsa Aljazeera diperkirakan sekitar 50 juta di Timur Tengah dan sekitar 100 juta di seluruh dunia. Sebuah penelitian menyebutkan 80 persen warga Timur Tengah menyukai Al Jazeera dibanding TV pemerintahnya (20 persen). Sejak Maret 2006 Aljazeera Network menjelma menjadi media dunia yang meliputi berbagai saluran berbahasa Arab, Inggris, dokumenter, olah raga, dan Al Jazeera Mobile.
Disampaikan Aljazeera English memiliki agenda yang menjembatani keragaman antar budaya yang disiarkan dari Doha, Kuala Lumpur, London, dan Washington DC. Al Jazeera melebarkan sayap ke Bosnia, Pakistan, Turki, India, China, dan Rusia.
Menurut Sidehabi, kerjasama tersebut merupakan bagian dari promosi pariwisata di Qatar dan Timur Tengah serta dalam rangka perayaan peringatan ke-40 hubungan diplomatik RI-Qatar.
Kerja sama yang merupakan tindak lanjut dari kunjungan Presiden RI, Joko Widodo ke Qatar September tahun lalu. Mantan Irjen TNI tersebut berupaya memanfaatkan peluang dari kebijakan look east policy dimana Qatar memfokuskan pada potensi ekonomi dan pariwisata negara-negara Asia, termasuk Indonesia.
