Kota Singkawang berada di tengah kota/ kabupaten – kabupaten kota, di antaranya yakni Kabupaten Sambas, Bengkayang dan Mempawah. Posisi ini membuat Singkawang menjadi kota favorit sebagai tempat persinggahan dan kunjungan, baik dalam hal ekonomi maupun wisata. Apalagi ciri dominan warna merah menyala, membuat Singkawang telah terpatri sebagai kota dengan keunikan kekuatan seni budayanya.

Di kota bersejarah dan seribu kuil itulah, pada 27 Februari 1972 lahir bayi mungil. Seorang perempuan dari rahim ibu bernama Tjhai Lin Ngo yang bersuamikan Cong Kim Chong. Bayi mungil putri keempat nan cantik itu diberi nama: Tjhai Chui Mie. Agaknya, Tjhai nama yang ia warisi dari ibu. Karena itu, Chui Mie patuh sekaligus cinta pada sang ibu dan senantiasa menyimpan dan melaksanakan pesan-pesannya.

Chui Mie menghirup udara Singkawang, sekolah, kuliah, besar, dan bekerja di tanah kelahiran. Masuk sekolah dasar SDN 18 Sedau, Singkawang pada 1980, dan lulus pada 1986. Ia melanjutkan sekolah menengah pada SMP Santo Tarsisius, Singkawang (1986 – 1989). Lalu meneruskan SMK Pratiwi, Singkawang (1989 – 1992).
dan seterusnya…

(*Penulis adalah pegiat literasi Dayak yang menetap di Jakarta)