Oleh: Nur Iskandar
Istimewa sholat di Darunnajah, Serdam. Inilah saat saat istimewa di mana tiang listrik mendampingi mihrab dan mimbar. Ini pula saat istimewa di mana kayu bulat bentangor kukuh tegap di depan shaf pertama sekaligus pula kanan depan mimbar khutbah. Saat istimewa ini jangan dilewatkan bagi pejiarah sejarah. Sebab hal istimewa ini hanya terjadi di saat mesjid terbesar di Serdam ini sedang dirombak total. Sebelumnya mesjid ini hijau muda, luas, jugai Ndah arsitekturnya.
Saya tak kuasa menahan rasa istimewanya karena Isya tadi malam, Selasa, 21 Januari 2020 yang menjadi imam adalah Wakji Rahing. Ia sosok yang saya kenal dekat sejak kecil. Ia tokoh masyarakat Serdam, tetangga kami dulu, yang juga sahabat bapak saya membina Mesjid Ikhwanul Mukminin yang sekarang berdiri megah hanya 500 meter dari Simpang Mapolda. Ia membacakan QS Alhumazah dan Al-Ma’un. Dua surah juz 30 yang umum di kuping jamaah, namun lembut dengan tahsin yang pas. Saya kenal suara dan lagu Wakji Rahing dan sungguh menikmatinya melampaui masa masa kecil di Ikhwanul Mukminin yang kini Wakji Rahing menjadi imam di Darunnajah.
