Dalam konteks Kalimantan Barat jika merujuk pada dokumen resmi organisasi dalam hal ini keputusan keputusan PP/PB Muhammadiyah dapat kita temukan jejak dokumen sejarah yang menyatakan bahwa, berdirinya muhammadiyah di Kalbar dimulai dari pengesahan berdirinya pimpinan cabang Muhammadiyah Sambas pada tahun 1939, namun demikian bila ditinjau dari aspek ideologis kehadiran Muhammadiyah di Kalbar, berkaitan erat dengan kedatangan ustadz Abdul Manaf Siasa pada tahun 1926, bagi persyarikatan Muhammadiyah, sosok ustadz Abdul Manaf Siasa atau biasa dipanggil dengan panggilan Guru Manaf, merupakan tokoh ulama asal Sumatera Barat yang memperkenalkan Muhammadiyah secara ideologis di Pontianak khusunya dan Kalimantan Barat pada umumnya.

Pada perkembangan selanjutnya kiprah ustadz Abdul Manaf Siasa, bersama haji Arief bin haji Ismail, hartawan sekaligus dermawan kampung Bangka Pontianak, yang dikenal sebagai “orang kaya” yang kemudian mewakafkan sebagian hartanya untuk didirikan perguruan Islamiyah di kampong bangka, jika haji Arief bin haji Ismail adalah penyandang dana sekaligus wakif, maka ustad Manaf diberikan tugas oleh wakif untuk menjadi guru sekaligus ikut mengelola perguruan Islamiyah. Alhamdulillah saat ini perguruan Islamiyah yang berdiri tahun 1926 itu tetap eksis dalam berkiprah memberikan layanan dalam bidang pendidikan maupun keagamaan yang kemaslahatan kiprah-nya telah melintasi zaman.

Perjumpaan ustadz Abdul Manaf Siasa dengan hartawan H.Arief bin H.Ismail kampung Bangka Pontianak, pada masa masa berikutnya telah menghantarkan eksistensi muhammadiyah kalbar baik secara ideologis maupun organisatoris.