Fenomena ini mengingatkan saya pada lesunya dunia perbukuan global, maksudnya perbukuan cetak, setelah dunia perbukuan elektronik muncul, di satu sisi, di sisi lain saya juga teringat pernyataan seorang pengusaha perbukuan nasional : “Buku versi cetak tetap diperlukan orang, karena buku cetak tidak sana dengan e-book”.
Apa yang terlihat pada pengunjung dari sisi ini adalah adanya kerinduan pada pasar buku, khususnya untuk buku murah. Tugas semua pihak menyajikan buku yang sesuai dengan keinginan itu. Ada peran pemerintah membuat buku murah agar minat baca warga meningkat, dan gilirannya warga Kalbar menjadi masyarakat dengan budaya baca tinggi.
Semoga kejutan di KBF 2016 ini menjadi inspirasi untuk semua pihak. (*)
