Saya dkk jurnalis, budayawan dan tokoh masyarakat sempat menulis buku tentang Genosida Mandor dengan jumlah korban 21.037 jiwa tersebut. Berikut foto yang pernah dimuat di Antara. Pada teks foto Antara yang ekspose pada 25/6 sbb – GENOCIDE KALBAR. Pemerhati Sejarah Tragedi Mandor, Nur Iskandar, memperlihatkan buku ‘Genocide Kalimantan Barat 1942-1945’, usai launching di Tribune Institute, Pontianak, Kalbar, Sabtu (25/6). Buku Genocide Kalbar yang berisi kumpulan tulisan dari empat budayawan dan enam jurnalis tersebut, menceritakan tentang sejarah peristiwa pembantaian terhadap 21.037 rakyat Kalbar yang dilakukan oleh tentara Jepang pada 1942 hingga 1945 di Mandor, Kabupaten Landak, Kalbar. FOTO ANTARA/Jessica Wuysang/ed/pd/11. Begitu sedikit kenangan menyoal Hari Berkabung Daerah dengan pengibaran bendera setengah tiang.

Pertanyaannya kenapa pasang bendera setengah tiang ini perlu dijelaskan? Sebab biasanya pemasangan bendera setengah tiang dilakukan apabila ada tokoh nasional yang wafat. Tetiba di tanggal 28 Juni warga diminta pemerintah daerah memasang bendera setengah tiang, ya sejarahnya sekelumit seperti dituturkan di atas. Semoga warga Kalbar dapat merenungi perjuangan para sultan, raja, guru, cerdik-cendekia, dan warga awam yang telah berjuang bagi kemerdekan dari tirani penjajahan. Kemudian terus menggali nilai-nilai luhur kejuangan sekaligus merekatkan semangat persatuan dan kesatuan. (Nuris)