Opini

Merasakan Hatinya Orang Dayak

Merasakan Hatinya Orang Dayak

Oleh: Nur Iskandar

Relasi Melayu-Dayak dan etnis lainnya tidak pernah bisa dipisahkan oleh hati nurani yang bersemayam segenap nilai kebaikan. Oleh karena itu kita tidak boleh su’udzhon atau berburuk sangka, misalnya dekil, bakhil, jorok, kotor, bahkan bodoh dan kuper alias kurang pergaulan. Tidak. Sama sekali tidak boleh. Sebab dengan silaturahmi, saling kunjung mengunjungi, maka kita jadi saling kenal mengenal. Dan yang terbaik di mata Sang Pencipta adalah yang paling mulia perilakunya.

Citra Dayak tak bisa dipisahkan dari Betang. Sebuah rumah tinggi dan panjang yang bisa dihuni seratusan kepala keluarga. Dapatlah dibayangkan bagaimana kohesi sosial di dalamnya. Mereka saling kenal satu sama lainnya, saling tolong menolong dan gotong royong. Berat sama dipikul ringan sama dijinjing. Oleh karena itu dasar hati orang Dayak adalah kebersamaan. Jika kita bisa hidup dalam kebersamaan ini, kita dianggap saudara kandung mereka. Tapi sebaliknya. Bagi siapa yang berani melanggar norma-norma mereka, denda adat bahkan Mandau jawabannya!