Oleh: Syarif Ibrahim Alqadrie *
Pendidikan kedokteran pada seorang Paslon Gub, menurut pengamat netral, bermanfaat dalam memacu Angka Pembangunan Manusia/APM (HDI); meningkatkan SDM; memperbaiki tingkat Rata-Rata Usia Harapan Hidup (ARUHH); menurunkan Angka Rata-Rata Kematian Ibu (ARKI), Angka Kematian bayi (ARKB) dan Angka Kematian Balita (ARKBL). Lebih satu dekade ini 6 indikator pembangunan tersebut berada jauh di belakang daerah lain. APM secara nasional, pada 2012, berada di urutan 124 dari 178 negara.
Namun, Persatuan Dokter Indonesia (IDI), Ikatan Paramedis dan administasi medis; pasien sejumlah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD); Persatuan pengelola dan Mahasiswa Sekolah Tinggi Keperawatan dan Kebidanan; mengharapkan gubernur terpilih, apapun pendidikannya, dapat segera meningkatkan jumlah RSU dan pelayanan kesehatan di pedalaman dan pesisir.
Gagasan Kemanusiaan dan Keberpihakan pada Rakyat
Para informan tersebut melihat pembangunan fisik dan pelayanan kesehatan rakyat sudah direalisasikan oleh dua Paslon Gub. ketika mereka masih menjabat Walikota dan Bupati selama mereka memimpin. Informan di atas optimis apa yang mereka sudah lakukan walau bukan berpendidikan dokter, akan mereka lanjutkan dan tingkatkan seandainya terpilih.
