Saya ingin mengatakan, bahwa corona itu faktor luar, kreatifitas di dalam diri jangan mati. Melebihi itu semua, kekuatan bangsa yang telah ditanamkan oleh pendahulu kita: kolaborasi dan kerja keras-ikhlas-tuntas, jangan ditinggalkan. Kekuatan ini telah hilang di tengah perbincangan kita sebagai bangsa. Kita lebih asik mengolok, menjatuhkan bahkan memenjarakan saudara se-tanah dan se-air. Suasana kebatinan bangsa menjadi keruh. Kita perlu revolusi narasi mengangkat nilai-nilai luhur bangsa. Butuh sekali. Mendesak.
Pantun merupakan tool komunikasi paling relevan di era post-truth ini. Di tengah polarisasi anak negeri. Pantun bisa menjadi alat komunikasi sosial dengan nilai-nilai adiluhung. Dengan pantun, kita bisa berkolaborasi, alih-alih kompetisi. Mencari solusi, alih-alih selisih. Bersama mengayuh biduk negeri keluar dari jerat corona dan resesi.
Bunga kasturi mekar merekah
Hadiah sang pemberi karunia
Same-same kite satukan langkah
Agar pantun makin mendunia
Subuh tadi, WA grup bertalu-talu memberitakan kabar ditetapkannya Pantun sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia oleh Unesco. Meski sangat bersyukur, saya kira pantun lebih besar dari penghargaan tersebut. Kini, pantun menjadi pembawa pesan universal bagi dunia.
Semoga…
