Menyoal peluang kemenangan dari ketiga kandidat walikota, Suryandi tak mau mengandai-andai. “Kita ikuti dulu hari akhir pendaftaran sampai penetapan balon menjadi calon. Setelah itu kita lihat mesin politiknya. Sebab bisa jadi calon tak masuk hitungan bakal memenangkan suara. Begitupula sebaliknya.”
Sejauh ini menurut pantauan Teraju.Id, peluang besar kemenangan ada pada PDIP karena parpol ini menang mayoritas di Kota Singkawang, PDIP mencalonkan Tjhai Chui Mie sebagai kandidat kuat. Tjhai Chui Mie kendati “diserang” dengan isu poster/kalender “palu-arit” namun tak bergeming. Apalagi laporan kepada polisi dipungkasi dengan tidak adanya bukti pidana tersebut. Dan Tjhai Chui Mie yang anggota Dewan tersebut adalah kandidat walikota pertama perempuan yang berasal dari etnis Tionghoa. Sehingga hal ini adalah “napas” baru dalam perpolitikan di Kota Singkawang.
PDIP, melalui Ketua DPD Provinsi, Drs Cornelis, MH, di DPRD Provinsi kepada media juga menyebut kandidat perempuan lainnya untuk melaju ke kontestasi Pilkada Landak. Yakni dr Karoline Margret Natasa. Nama yang disebut terakhir adalah anggota DPR RI asal Fraksi PDIP. “Kita siap tempur dan memenangkan Pilkada Singkawang dan Landak. Kita juga bekerjasama dengan Parpol lainnya, sebab mengurus negara ini harus banyak kawan,” ungkap Cornelis yang juga Gubernur Kalbar dua periode. (nuris)
