Rahasia kenapa peristiwa tewasnya Dayat, Daftar Pencarian Orang (DPO) dengan sejumlah kasus kriminalitas di kepolisian dengan cepat, sistematif dan efektif dilakukan, walaupun di TKP berstigma negatif Beting? Jawabannya adalah karena aparat TEGAS menegakkan hukum tanpa pandang bulu. Kedua, aparat penegak hukum bisa menunjukkan fakta-fakta hukum yang akurat sehingga tak bisa disangkal lagi oleh semua pihak. Yakni bahwa Dayat adalah DPO dengan banyak kasus kriminalitas yang selama ini dianggap “sampah masyarakat” serta bagian yang tertembak adalah kaki sehingga kematiannya bukan karena tembakan pelanggaran Hak Azasi Manusia (HAM), namun karena menyelam ke dalam air. Logikanya, jika Dayat menyerahkan diri, mau bertaubat, nyawanya masih bisa tertolong lantaran Dayat menolong dirinya sendiri. Demikian logika yang dibangun sehingga keluarga ikhlas menerima dengan logika agama yang dianutnya, semoga mendapat ampunan dari warga maupun Tuhan Yang Maha Pemurah. Bahwa Dayat telah “menebus” segenap kesalahannya melalui penegakan hukum yang tegas.

Hal semacam ini menjadi catatan utama di Kalbar yang rawan konflik, atau laten. Jika aparat TEGAS, maka masalah tak akan melebar. Namun jika terjadi pembiaran, maka “api masalah” akan melebar bak bola liar. Apalagi dibumbui dengan provokasi para provokator yang selalu menangguk ikan di air keruh. Artinya mengambil keuntungan dari penderitaan masyarakat luas. Masalah penembakan terjadi sekitar pukul 16.00, Selasa (30/8/16) sempat membuat macet Jalan Sultan Hamid II yang menjadi urat nadi transportasi antara Pontianak Utara dan Timur ke Pontianak Barat, Selatan dan Tenggara yang merupakan wilayah utama kota Pontianak, serta tuntas pukul 23.00. Efektif. Efisien. Durasi penyelesaian masalahnya dalam hitungan jari ketujuh. Luar biasa dan kita angkat topi.