Community

Senja di Ujung Sungai Kubu

Senja di Ujung Sungai Kubu

Oleh: Ambaryani

Angin semilir sore ini.# Sungai Kubu nampak tenang. Ibu-ibu duduk santai sambil berbincang. Anak-anak sudah berpakaian rapi. Sementara para Bapak ada yang masih di atas perahu, ada juga yang masih memperbaiki perahunya.
Matahari sudah mulai terbenam.

Menyisakansemburat merah yang cantik. Baru kali ini saya melewatkan senja di tepian sungai Kubu. Biasanya, sepulang kerja langsung pulang ke Teluk Nangka.

Suara tarhim mulai berkumandang. Dari berbagai penjuru bersahutan. Semakin malam, udara semakin sejuk.

Tenda-tenda yang didirikan sejak perayaan robo’-robo’, mulai terang dengan lampu neon putih. Para penjual siap menjemput rezki. Walaupun malam ini tak ada hiburan apapun di panggung yang juga didirikan sejak robo’-robo’ dulu. Panggung dan pasar dadakan ini akan terus ada hingga perayaan pergantian tahun nanti.

Di malam tertentu, ada pertunjukkan musik di panggung itu. Jika sudah begitu, pasar dadakan akan lebih ramai dari hari ini. Kadang, suara musik dari panggung ini, terdengar hingga rumah Teluk Nangka.

Belum pernah sekalipun saya menyaksikan pertunjukkan malam hari. Maklum, jalan Teluk Nangka dulu parah. Jadi berpikir 1000 kali untuk keluar malam hari. Siang hari saja, susah bukan kepalang lewat jalan becek itu, apa lagi malam.