Tapi hari ini, saat jembatan Teluk Nangka sudah jadi dan waktu saya serta teman sinkron, tak ada keramaian apapun. Langkah kiri. Ibu Tlaha yang rumahnya pas di ujung pasar dadakan, sampai menggoda kami hari itu.
“Tak boleh keluar malam ke ape? Mainlah rumah Ibu sinek! Kalau malam ramai”, kata beliau sambil ketawa di ujung telepon. Dan sore itu, saya membayar tagihan Ibu Tlaha. Dan tagihan hutang itu, terbayar dan dengan rasa takjub saat menyaksikan senja di ujung sungai Kubu. (*)
Baca Juga:Musim Gugur Yang Selalu Menggoda
