Oleh: Nur Iskandar
Disebut-sebut nama Lim Bak Meng alias Petrus Limbung sebagai anggota BPH (Badan Pemerintah Harian) Daerah Istimewa Kalimantan Barat (DIKB) yang dipimpin Sultan Hamid II Alkadrie. Lim Bak Meng dipilih Sultan Hamid karena kecakapannya dan kepemimpinannya yang bertumbuh selaku anak muda dari pinggiran Kota Pontianak. Ia representasi dari perwakilan etnik Tionghoa yang diaspora di bumi Khatulistiwa.
Tidak banyak referensi tentang Lim Bak Meng alias Petrus Limbung ini. Syukurlah Anton Surya menulis sebuah artikel dan diparkir di laman Kompasiana sebagai berikut: [Rumah sederhana di Jalan Siaga II, Kabupaten Kubu Raya. Andreas Hadi (65 tahun) keluar dari kamarnya, sambil menenteng tumpukan dokumen yang diikat dengan seutas tali. Ia bukan main bangganya. Ia baru saja menerima piagam dan medali kepahlawanan untuk Almarhum Ayahnya, Lim Bak Meng alias Petrus Limbung. Piagam itu dikeluarkan oleh Badan Pembudayaan Kejuangan Angkatan 45, atas jasa-jasa almarhum.
“Sudah lama kami memperjuangkan nama bapak (Lim Bak Meng). Tapi baru sekarang kita merasa benar-benar dihargai. Kami mengumpulkan ratusan dokumen dan foto-foto tentang bapak,” kata Andreas sambil menepuk tumpukan kertas-kertas kuno yang cukup tebal.
Lim Bak Meng, nama itu asing bagi orang Indonesia, termasuk di kalangan Tionghoa sekalipun, tapi jasa dan perjuangan beliau sangat besar bagi Indonesia.
