Opini

Siapa Lim Bak Meng (Petrus Limbung) Anggota Badan Pemerintah Harian DIKB bersama Sultan Hamid–Pendiri Dayak in Action-Politisi Partai Persatuan Dayak?

Siapa Lim Bak Meng (Petrus Limbung) Anggota Badan Pemerintah Harian DIKB bersama Sultan Hamid–Pendiri Dayak in Action-Politisi Partai Persatuan Dayak?

Saya sering mendengar nama Lim Bak Meng disebut-sebut oleh Sekretaris Pribadi Sultan Hamid, Max Jusuf Alkadrie. Terutama jika dia bersua dengan tokoh-tokoh kritis bermarga Tionghoa. “Ini Lim Bak Meng muda,” ungkapnya. Sebut salah satu yang dirujuknya adalah politisi Partai Bhineka Tunggal Ika (BTI) kala itu cukup “naik daun” yakni Andreas Acui Simanjaya. Sayang Acui hanya sekali duduk di DPRD Kalbar. Partainya bubar, dia juga tak berkesempatan lagi duduk di kursi wakil rakyat tingkat provinsi. Tokoh muda kritis lainnya disebut-sebut Andrew Yuen. Sayangnya setelah menyelesaikan studi S1, dia tak terlihat aktif lagi di berbagai forum maupun lembaga.

“Dulu Sultan Hamid melalui DIKB sudah berpikiran pluralis, majemuk, semua kelompok dan golongan ada keterwakilannya,” tukas Max Jusuf mengomentari dianugerahkannya Abdurrachman Wahid sebagai tokoh pluralis Indonesia dari masyarakat Tionghoa. “Pemikiran Gus Dur, itu pula yang diperjangkan Sultan Hamid di DIKB. Itu juga perjuangan Republik Indonesia Serikat,” ujar Max Jusuf. Benang merah tulisan Anton Surya dengan Sultan Hamid memiliki sambungan soal nasionalisme kebangsaan membangun keadaban dan kemakmuran persada Khatulistiwa–kepulauan Nusantara. *