Lim Bak Meng merupakan pemuda keturunan Tionghoa yang lahir di Nibung Seribu Pontianak (sekarang Kubu Raya) pada 22 September 1908. Dia adalah seorang pejuang dari Kalimantan Barat dan politisi Partai Persatuan Dayak. Namanya terkenal pada tahun 40 sampai 70-an, karena ia banyak menempati jabatan penting di Kalimantan Barat.
Sejak Sekolah Menengah Atas, ia sudah ikut organisasi olahraga seperti organisasi sepak bola, basket, dan tenis di Sanggau, Sambas, dan Mempawah.
Karir politik dan kontribusi di era Pra-kemedekaan, Lim mengikuti gerakan politik nasionalis di bawah partai Persatuan Indonesia Raya yang memperjuangkan kemerdekaan. Dan selain itu pula, Lim aktif mengajarkan dan menyebarkan Bahasa Indonesia di sekolah-sekolah Tionghoa daerah Sungai Pinyuh, Ketapang, Sambas, Mempawah, Sekadau, dll.
Pada 1941, didirikan sebuah partai bernama Dayak in Action (DIA) di Putussibau dengan ketua pada awalnya adalah FC Palaoensoeka dan seorang pastor Jawa Adikarjana dan Lim menjadi bagian dari partai ini. Lalu, partai ini dipindahkan ke Pontianak dan namanya diubah menjadi Partai Persatuan Dayak pada 1 November 1945.
