Di kalangan keluarga istana Qadriah ada figur kuat yakni H Syarif Abdullah Alkadrie, SH, MH. Dia adalah Ketua DPW Nasdem Kalbar yang duduk di DPR RI. Di Senayan dia menjadi Sekretaris Fraksi Nasdem dan duduk di Komisi V Bidang Infrastruktur.
Ami Dollah, begitu dia kerap disapa memang tidak pernah menyebutkan diri maju sebagai calon walikota, namun survey Pusdiklat TOP Indonesia pernah melansir bahwa elektabilitasnya sangat tinggi jika maju menjadi calon walikota. Syarif Abdullah satu-satunya figur yang mampu bersaing jika disandingkan dengan kandidat kuat lainnya, yakni incumbent, Wakil Walikota, Edi Rusdi Kamtono.
Kendati dinilai kuat, baliho Syarif Abdullah Alkadrie masih bersifat normatif. Dia tampak sosialisasi sesuai program partai yang dipimpinnya. Misalnya perekrutan calon wakil rakyat secara terbuka. Baliho dan spanduk senada ini bertaburan di segenap penjuru kota.
Sejak lama pula telah menyatakan diri siap maju sebagai kandidat walikota Syarifah. Dia adalah calon walikota yang pasang baliho sejak setahun yang lalu.
Menariknya, sebulan terakhir ini Kota Pontianak semakin marak dengan penampilan calon walikota baru. Namanya Zulfidar Zaedar Mochtar dengan sapaan Bang Zul. Dia adalah Ketua DPD PAN Kota. Tampil dengan senyum khasnya, berkacamata. “Saya siap menjadi Walikota Pontianak,” ungkapnya.
Nama terakhir yang sosialisasi lewat baliho di segenap persimpangan jalan kota adalah Herry Fadilah. Slogan yang diusung berlanggam Melayu, “Kite Herry”. Siapa dia? Herry yang di dalam baliho mengenakan jas putih merupakan Ketua Kadin Kota. Dia memang pengusaha yang malang melintang bekerja keras sehingga merasa mampu menjadi Walikota. Ia juga malang melintang di partai politik mulai dari PAN hingga Hanura.
