in

12 Tahun Membangun Poros Pontianak-Jerman

IMG 20210204 WA0012

Oleh: Nur Iskandar

Jarak tempuh kami sudah 12 tahun. Dibangun sejak tahun 2008. Saat itu ditanda-tangani kerjasama tripartit antara Bonn University di Jerman dengan Tribun Institute Cq Kampoeng English Poernama dan Universitas Tanjungpura. Kala itu Bonn diteken Dr Oliver Pye, Tribune Institute Cq KEP Dwi Syafriyanti, SH, MH dan Universitas Tanjungpura bersama Rektor Prof Dr H Chairil Effendy, MS. Kerjasama terus bergulir hingga saat ini di mana hasil paling monumental adalah terjalinnya internship mahasiswa Jerman sebanyak 20 orang, baik S1 dan S2 hingga beberapa lanjut studi (research S3). Dan terpenting adalah riset multiyears sosial-politik dan ekonomi sepanjang alur Kapuas sehingga melahirkan ragam budaya parit atau anak-sungai Kapuas di mana kita bisa nikmati recovery Sungai Jawi, tak terkecuali rehabilitasi tebing Sungai Kapuas. Turunan langsungnya adalah lingkungan hidup dan pariwisata.

Rintisan selama 12 tahun adalah buah silaturahmi antara anak bangsa yang studi di AS kala itu Yanti Mirdayanti di Umass (University of Massachussets) dengan kami rombongan wartawan yang mendapatkan grant pelatihan di Institute for Training and Development (ITD), Amherst, Massachussets.

Dari pertemuan di Umass–kala sholat Jumat–di bulan Ramadhan–saya dan Yanti Mirdayanti terus menjalin kolaborasi. Dimulai dengan rajinnya Yanti Mirdayanti berkirim artikel ke Harian Equator tempat saya bekerja hingga ke Harian Borneo Tribune, serta terkini di Teraju.Id. Berbagai aktivitas dilakukan, termasuk kunjungan Yanti Mirdayanti dan Oliver Pye ke Kalbar.

Sukses ketiga terbitnya sejumlah buku dan artikel yang menganyam dan merenda poros Pontianak-Jerman. Satu buku rekam jejak itu ditulis Dwi Syafriyanti berjudul Bonntianak–poros Bonn dan Pontianak. Kini sejarah diperbesar skalanya ke Universitas Hamburg–universitas terbesar di negeri jawara sepakbola Der Panser tersebut dengan kita di Kalbar. Pun Kalbar tidak hanya berpatok dengan KEP dan Untan, juga mulai melibatkan OSO University dan SETC–Singkawang Educational Training Centre.

Gagasan memperbesar skala aktivitas dirintis dari IIJP–Institute Indo Journalist Programe–sebuah organisasi kecil dua angkatan para jurnalis yang mendapatkan grant pendidikan singkat di ITD-MA, USA. Komunikasi saya dan Yanti Mirdayanti pun mengerucut kepada Ikatan Sarjana Indonesia di Jerman–karena Yanti Mirdayanti mengajar di Bonn University serta kini ditarik ke Universitas Hamburg .

Dirajutlah berbagai pola kegiatan dan berujung pada “{meet-up terbatas” antarlembaga, pada Rabu, 3/2/21 tadi malam waktu Indonesia dan siang waktu Jerman. Berikut ini adalah notulensi meeting antara sejumlah guru besar Universitat Hamburg, International Office Universitas Tanjungpura, OSO University, KEP/Binabud/Teraju dan SETC:

Baca Juga:  Kamar Kapsul

Minutes of Meeting

Kolaborasi Universitat Hamburgh dan Univeritas Tanjungpura (Kalbar)–OSO University, KEP/Binabud/Teraju.Id dan SETC
Rabu, 3 Februari 2021
Meet up terbatas diikuti 17 peserta. Masing-masing dari Uni Hamburg, International Office Universitas Tanjungpura, OSO University, Kampoeng English Poernama dan Singkawang Educational Training Centre. Zoom Meeting dibuka pukul 19.30 WIB dan berakhir pukul 21.00 WIB


Prof Jan Putten: Pernah berjumpa Prof Chairil di Univ Leiden 1998. Berharap sehat semua dan baik, selamat dari corona.
Untan menjadi peluang bagi Uni Hamburg karena Kalbar salah satu kajian melayu yang penting. selain Palembang, dan Minang. Pontianak telah terjalin kerjasama informal melalui Bu Yanti Mirdayanti, MA (berfungsi menjembatani), jadi sangat bagus untuk Study Asia Tenggara yang meliputi Indonesia, Vietnam dan Thailand. Kerjasama pendidikan ini meliputi pengajaran dan penelitian.
Pendidikan dan pengajaran sejarah adalah tumpuan yang kuat. Hamburg ada tradisi pengajaran dan penelitian tentang Indonesia. Terdapat pengajaran dan penelitian naskah naskah (manuskrip).

Hamburg sudah ada MoU dengan UGM, Unair, Undip, Sam Ratulangi, dan Padang. Hamburg selalu menjajaki kerjasama–Untan dan antarlembaga di Kalbar–kita bicarakan untuk dikekalkan–diperluas.


Prof Elsa
Berasal dari Perancis dan mengajar di Uni Hamburg bidang sejarah. Kami sedang menyiapkan bidang perkebunan dan kehutanan. Saya tertarik dengan Untan karena ada Fakultas Kehutanan. Saya tertarik karena sedang menyusun modul kehutanan dan perkebunan sehingga menyenangkan bagi mahasiswa Jerman.


Pakar Bahasa Indonesia (Penerjemah Resmi Negara Jerman) Martina–saya menggeluti dunia sastra Indonesia modern, sejak masa Pujangga Baru, angkatan 45 dst. Saya penerjemah bidang dokumentasi dan sastra Indonesia–sejak Frankfurt Book Fair, penerjemahan novel sastra–ada peluang kerjasama saya sangat senang. Pontianak saya belum pernah masuk. Kecuali tahun 1980 sekedar transit lalu terbang ke Palembang

*

Yanti Mirdayanti
Internship–research, sudah 4 mahasiswa Hamburg: Luna-Amel, Leon, dan Carina Lung. Sebelumnya 16-an dari Bonn University dikirim internship atau magang di Pontianak.

*

Jasper Totsching
Wiebke Krause
Leoni Siegart
Bertanya tentang prasyarat melamar 1 semester di Untan.

*

Ketua International Office Untan Dr Zairin Zein
Ada form permit dari International Office. Silahkan dibrowshing dan kontak person via email dan WA. IO Untan ada pengalaman short study dari China dan Perancis–koord dengan Kemendikbud serta Imigrasi. Rekomendasinya adalah visa pendidikan atau penelitian.
Untan mempunyai dorm yang standar.

Baca Juga:  Rumah Sakit PKU Muhammadiyah-Demak Dibangun atas Wakaf Keluarga Hj Fatimah-Sulhan

Prof Dwi Astiani
Menyambut baik keinginan Bu Elsa. Isu lingkungan hidup terutama kehutanan dan perkebunan syarat di Kalimantan Barat.

Prof Chairil
Kalbar kaya kekuatan antropologi. Meliputi Melayu, Dayak, China dan keragaman etnis. Sastra lisan direkomendasikan. Termasuk arsitektur lokal berlanggam budaya.

Dr Aria Jalil
SETC siap untuk pengembangan bahasa Indonesia (BIPA). Jarak ke Singkawang dari Pontianak 3-4 jam. Jarak 150 km. Singkawang juga kaya akan keragaman etnis–kaya wisata pantai dan gunung.


Korbid Hosting Binabud/KEP/Teraju.Id Rike Rahayu
Pengalaman mendampingi internship dari Hamburg berupa pengayaan aktivitas. Eduteinment ala anak muda. Program kreatif dari Kampoeng English Poernama Cq Bina Antarbudaya dan media teraju.id. Intern tidak akan bosan dan penguasaan bahasa Indonesia akan cepat bertumbuh. Selain Jerman, juga berkembang ke Jepang, Belgia dan Italia.


Nuris–Jurnalist
Pengalaman 12 tahun bersama Ibu Yanti Mirdayanti sejak Bonn hingga Hamburg. Hasil monumental adalah riset Kapuas melahirkan Perda dan wisata anak sungai Kapuas (Riset Oliver Pye dkk). Kini perlu juga dikuatkan dengan MoU baru agar ada legal standing antarlembaga.


Clossing acara ditutup dengan pertukaran nomor kontak dan sastra lisan pantun 🙂 Keakraban terwujud di dunia maya dengan murah-meriah-sangat berkualitas.


Seusai meet-up kami masih berlanjut Chatt. Menikmati ide-ide yang lahir dari para pemikir Der Panser–juga ilmuan hebat Bumi khaTULIStiwa. Kami merancang kolaborasi aktif dengan mutual understanding yang aktual berprinsip pengajaran dan penelitian berbasis budaya dan lingkungan hidup nan nyaman serta sustainable.

Kami mengajak serta berbagai pihak yang tak mau menyerah begitu saja dengan pandemi Covid-19. Kini kita rintis ide-ide besarnya dahulu. Dicicil dengan virtual, dan nanti setelah alam mulai bersahabat lagi dimana kita lebih arif dan adil kepada bumi dan semesta tanpa pandemi lagi, kita pacu keras aksi-aksi nyata visual tanpa melupakan nikmatnya bekerja virtual yang murah-meriah-berkualitas.

Saya melihat 12 tahun lalu sejak awal rintisan yang lebih awal lagi dibanding 2008, yakni kontak pertama di Umass tahun 2001 (20 tahun lalu di Negeri Paman Sam) adalah sebuah mozaik indah bekerjasama. Bergotong royong dan konsisten alias istiqomah. Yakin dengan bekerjasama dengan tulus banyak yang bisa kita lakukan. Semoga membawa manfaat yang lebih besar kepada masyarakat. Semoga. Mohon doa restu dan keterlibatannya. Minimal dengan doa 🙂 *

Written by Nur Iskandar

Hobi menulis tumbuh amat subur ketika masuk Universitas Tanjungpura. Sejak 1992-1999 terlibat aktif di pers kampus. Di masa ini pula sempat mengenyam amanah sebagai Ketua Lembaga Pers Mahasiswa Islam (Lapmi) HMI Cabang Pontianak, Wapimred Tabloid Mahasiswa Mimbar Untan dan Presidium Wilayah Kalimantan PPMI (Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia). Karir di bidang jurnalistik dimulai di Radio Volare (1997-2001), Harian Equator (1999-2006), Harian Borneo Tribune dan hingga sekarang di teraju.id.

IMG 20210203 144048 332

Mengenang HMI — Mengenang Bang Awang

IMG 20210204 WA0028

Rekayasa Ekosistem