in

Cuma 15 Menit UMKM Dapat Kredit dari Ekosistem Digital

WhatsApp Image 2020 07 18 at 05.50.04

teraju.id, Nusantara – Keseriusan pemerintah untuk membandrol usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) ke level yang lebih kapital yakni dengan kredit sistem online (daring) sejangka waktu 15 menit cepatnya. Hal ini diungkapkan Menko Kelautan dan Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Jumat, 17/7/2020. Menurutnya sudah terdata secara digital lebih dari 1 juta UMKM seluruh Indonesia dan bakal menyerap dana sedikitnya Rp 4.2 triliun.

Penataan BUMN khususnya perbankan dengan upaya penyaluran kredit kepada UMKM ini menjadi angin surga bagi para pelaku UMKM seluruh Indonesia. Syaratnya tentu masuk ke dalam ekosistem digital. Ekosistem digital itu sendiri merupakan masyarakat daring di mana setiap pelaku UMKM harus melek teknologi online, daring, atau teknologi informasi. Semua ketentuan tercatat dalam form digital, diisi dan dipenuhi seluruh pesyaratannya. Jika seluruh syarat lengkap, maka hanya dalam waktu 15 menit, modal pun kucur. Manfaatkanlah kesempatan emas ini.

Tentang kemudahan itu, praktisi perbankan menyatakan, “Jika persyaratan seluruhnya ok, tidak ada aral melintang terhadap kemampuan membayar kredit yang dipinjam sesungguhnya seluruh bank mempermudah untuk kasih kucuran. Masalahnya, apakah data UMKM itu valid sehingga bank benar-benar yakin,” begitu komentar ringan praktisi di Bank Pembangunan Daerah yang tidak ingin namanya disebutkan. Jika syarat seluruhnya dapat diyakinkan, semua bank menurutnya sudah sejak lama mengejar UMKM seperti ini. (kan)

Baca Juga:  Indonesia's Sketchers Pontianak Berpartisipasi dalam Giat AGE

Written by Nur Iskandar

Hobi menulis tumbuh amat subur ketika masuk Universitas Tanjungpura. Sejak 1992-1999 terlibat aktif di pers kampus. Di masa ini pula sempat mengenyam amanah sebagai Ketua Lembaga Pers Mahasiswa Islam (Lapmi) HMI Cabang Pontianak, Wapimred Tabloid Mahasiswa Mimbar Untan dan Presidium Wilayah Kalimantan PPMI (Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia). Karir di bidang jurnalistik dimulai di Radio Volare (1997-2001), Harian Equator (1999-2006), Harian Borneo Tribune dan hingga sekarang di teraju.id.

WhatsApp Image 2020 07 10 at 22.16.29

Mengapa “teraju.id” Banyak Memberitakan Sultan Hamid?

WhatsApp Image 2020 07 18 at 06.36.00

Pro-Kontra Museum jadi Mesjid dan Mesjid jadi Bar–Robert Mark: “Tuhan yang Disembah Umat Kristen dan Islam adalah Tuhan yang Sama”