Sebelum tausiyah dari ustadz Salim A. Fillah, disajikan apik sebuah puisi penampilan dari Tim Minat Bakat JPRMI Kalbar., puisi berjudul “Sebuah Akar dalam Kehidupan” oleh Sohib Tri Wibowo., S.sn , S.Pd.. Seorang seniman Pantomime dan Juara berbagai Lomba Pembacaan Puisi Tingkat Nasional.

Ustadz Salim A. fillah memulai dengan menyampaikan ada empat ujian dalam surat Al Kahfi yang disunahkan dibaca setiap pecan di hari Jumat. Yaitu Ujian Iman, Harta, Ilmu dan kekuasaan. “Anak Muda itu masih Hijau, belum berpengalaman. Makanya karakternya selalu bereksperimen. Dia harus punya terobosan-terobosan baru” ungkap beliau. “Berpengalaman itu menyelesaikan masalah baru dengan cara lama. Pada zaman ini problem tidak dapat diselesaikan oleh pengalaman semata maka perlu terobosan baru pemuda” tambah beliau.

WhatsApp Image 2019-02-04 at 08.55.15

Beliau menyampaikan karakter pemuda itu independen. Maka pemuda itu tidak hanya memilih, membela dan memperjuangkan pilihannya. Namun juga harus berani mengingatkan jika yang dipilihnya melakukan kekeliruan. Beliau juga menceritakan kisah Nabi Nuh. Kisah pemuda yang mendapatkan perintah membuat kapal di atas bukit. Sesuatu yang dianggap tak masuk akal oleh kaumnya. Namun itulah karakter anak muda, teguh dan memperjuangkan apa yang diyakininya. Juga cerita Nabi Ibrahim yang menghancurkan seluruh berhala dan menyisakan satu berhala paling besar dan kemudian mengalungkan kapak di berhala tersebut. “Ini menunjukkan karakter anak muda itu kreatif” ungkap beliau.