teraju.id, Pontianak – Tantangan kedepan begitu berat bagi jajaran Kepolisian Daerah Kalimantan Barat. Mengapa? Karena, masyarakat di wilayah ini percaya kepada pihak kepolisian dalam berbagai hal. Tentu, hal itu tidak mudah sebuah kepercayaan.

Komitmen menuju perbuahan adalah hal mutlak. Sebab, menjaga kemanan dan ketertiban masyarakat bertugas melindungi, mengayomi, melayani masyarakat, serta menegakkan hukum adalah sebuah keharusan jajaran kepolisian.

Baru-baru ini, Universitas Tanjungpura (UNTAN) Pontianak, melakukan survei kepuasan dan kepercayaan masyarakat Kalimantan Barat kepada penyelenggaraan pelayanan publik terhadap Kepolisian Daerah Kalimantan Barat. Dari hasil survei ini, Kepolisian Daerah Kalimantan Barat dinilai baik dalam setiap aspek.

Adalah Dr. Herry Sujaini ST. MT. Dia merupakan Ketua Tim Survei, sekaligus menjabat Kepala UPT TIK UNTAN. Dia memaparkan berdasarkan survei indeks kepuasan dan kepercayaan masyarakat terhadap kinerja Polda Kalbar tahun 2018, dinilai dari empat aspek, yaitu aspek penegakan hukum, aspek pemeliharaan kamtibmas, aspek pelayanan publik, dan aspek pelayanan masyarakat.

“Adapun hasilnya, dalam aspek penegakan hukum persentasenya adalah 77,79% yang mana hasilnya Baik, aspek pemeliharaan kamtibmas persentasenya adalah 76,19% juga Baik, aspek pelayanan publik adalah 78,50% juga Baik, dan aspek kepercayaan masyarakat adalah 79,53% juga Baik. Dengan rata rata penilaian dari setiap aspek persentasenya adalah 77,61% dengan nilai Baik,” kata Dr. Herry Sujaini, Rabu, 5 Desember 2018 di Kota Pontianak.

Dr. Herry Sujaini, ST. MT menjelaskan, survei kepuasan dan kepercayaan masyarakat ini adalah kegiatan riset yang dilakukan oleh Universitas Tanjungpura Pontianak yang didasari atas keingintahuan Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, Inspektur Jenderal Polisi Drs Didi Haryono SH MH terhadap hasil kinerjanya dan jajaran.