teraju.id, Sambas – Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi Drs Didi Haryono SH MH mengatakan acara ultah Pemkab Sambas ke-20 semarak dengan berbagai ide Bupati. “Sambas ini, istimewa, selalu ada yang berubah setiap tahun, selalu ramai.”

Forkopimda Provinsi kumpul di Sambas, medio Juli untuk turut merayakan Hut ke-20 sekaligus memantau dan memberikan masukan terkait kesejahteraan dan keamanan. Soal keamanan, karena Sambas ini berbatasan langsung dengan Sarawak, Malaysia masih didengar adanya warga yang keluar masuk tanpa dokumen.

“Berangkat ke perbatasan harus ada dokumen ke Imigrasian,” ujar Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi Drs Didi Haryono SH MH, mengingatkan.

Terkait program Desa Mandiri. ketahanan sosial ini bagaimana kita bersama aparat desa mengatasi masalah sosial dengan membangun poskamling, siskamling modern. Begitu juga ketahanan ekologi dari banjir, longsor dan karhutla.

WhatsApp Image 2019-07-18 at 10.11.10

“Bagaimana mendeteksi dini sebelum terjadi dan mengevakuasi menyelamatkan korban. Ada 2031 Desa di Kalbar ini yang ingin tercapai menjadi Desa Mandiri. Sejalan dengan gagasan presiden, pembangunan dari pinggiran. Kesejahteraan masyarakat dan pembangunan daerah berjalan kondusif. Kedatangan kami ingin melihat program program yang sudah dilaksanakan pemerintah Kabupaten,” kata Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi Drs Didi Haryono SH MH.

Lalu bagaimana perkembangan di Kalbar? Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi Drs Didi Haryono SH MH menjelaskan, “Masih ada narkoba, diamankan 2 kilogram, 25 kilogram dan seterusnya. Yang disasar anak anak remaja, bahaya sekali Proxy War bisa menghabiskan satu generasi. Generasi muda adalah tanggungjawab kita, Sambas harus ada selama-lamanya, tidak boleh hilang.”